SHARE

METROPOLITAN.ID – Bertempat di aula lantai 1 Gedung Balai Kota Depok, Tim Teknis Percepatan Penanganan Sampah Skala Kawasan yang merupakan camat dan lurah pagi tadi mendapat pemahaman dan pelatihan oleh mengenai penanganan sampah berbasis masyarakat, Senin (04/01/2016). Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail, mengatakan bahwa program pengelolaan sampah berbasis masyarakat adalah proses pengelolahan yang dilakukan oleh masyarakat itu sendiri. Maksudnya adalah masyarakat sudah melakukan pengolahan di rumah tangganya masing-masing, sehingga sampah yang ada di Depok masih dapat bermanfaat untuk digunakan.
“Kita inginkan itu adalah bahwa sampah di Kota Depok bukanlah barang kotor, tapi barang yang sudah tidak digunakan,” ujar Nur Mahmudi.Upaya menuju ke sana, musti ada pemahaman dan juga kerjasama dari masyarakat, maka Nur Mahmudi berharap camat dan lurah yang hadir dapat berfungsi menjadi transleter dan motor penggerak pemilahan dan pengelolaan sampah di Kota Depok. Hal ini karena mereka adalah garda terdepan yang paling dekat dengan masyarakatnya, sehingga diharapkan pemahaman ini dapat diserap dengan baik.Nur Mahmudi juga mengatakan bahwa sampah merupakan output dari aktivitas sehari-hari yang kalau ditangani dengan baik bisa menjadi bahan baku, seperti kompos. Bisa juga menjadi uang dengan pemanfaatan bank sampah atau didaur ulang menjadi kerajinan tangan yang juga bisa menambah pemasukan masyarakat.“Proses penanganan berbasis masyarakat ini sebenarnya bukanlah hal baru, karena Satgas kebersihan sudah terbentuk sejak lama.
Tinggal bagaimana peran camat dan lurah untuk merangkul masyarakat,” tutup Nur Mahmudi. Terpisah anggota DPRD Kota Depok dari Partai Gerindra Hamzah mengungkapkan, pelatihan pengelolaan sampah bagi para camat  sangat penting. Karena pengelolaan sampah harus dimulai dari para pemimpin untuk sadar akan pentingnya tidak membuang sampah secara sembrangan. “Camat harus memberi teladan kepada masyarakat pentingnya mengelola sampah.” Beber Hamzah.
persoalan sampah, lanjutnya harus menjadi skala prioritas semua pihak yang berkepentingan menjaga bersihnya lingkungan. Memasuki musim hujan jika pengelolaan sampah tidak dilakukan secara menyeluruh persoalan banjir akan terus berulang dan menjadi problem yang tak pernah terselesaikan.(sol)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY