News, Sport and Lifestyle

Cerita Cinta dari Orang yang Sudah Meninggal (1)

METROPOLITAN.ID – Ini merupakan kisah nyata tentang kisah hidupku. Aku  memiliki seorang kekasih ketika kuliah semester pertama di jurusan teknik arsitektur. Kami begitu dekat dan dia adalah orang yang sangat baik. Seorang wanita yang sangat aku sayangi, begitu juga dia kepadaku.

SELANG dua tahun kemudian, ketika di perjalanan menuju sebuah kota, dia pergi seorang diri menggunakan motor bebek yang sering dia pakai ke mana-mana. Sebelum berangkat, dia memang sempat SMS, “Aku pergi ya, jaga diri baik-baik. Nanti aku kabarin kalau sudah sampai sana.” Begitulah bunyi SMS tersebut. Namun ternyata, itu adalah SMS terakhir dia untukku.
Tak lama dia berangkat sekitar 30 menit, di perjalanan dia mengalami kecelakaan. Sebuah mobil melaju kencang menyerempetnya. Dia pun terseret sekitar 10 meter dan terdapat luka besar di bagian kepala. Aku sendiri tidak tahu apa yang terjadi. Dengan tenang, aku masih sempat SMS dia setelah kecelakaan. “Iya aku tunggu kamu sampai, hati-hati dan baik-baik ya, jangan lupa kasih kabar.”
Waktu terus berlalu. Sudah larut malam tak juga ada kabar dirinya. Aku bingung harus melakukan apa. Aku sangat frustasi dan tidak bisa tidur. Keesokan harinya, aku mencoba meneleponnya pagi-pagi buta, namun handphonenya tidak aktif. Aku masih pasrah, aku berpikir mungkin charger-nya tertinggal.
Sementara dia yang waktu itu sudah dibawa ke rumah sakit terdekat belum juga sadarkan diri. Aku terus bertanya, ke mana kekasih aku? Siang mulai menjelang, saya coba jalan-jalan untuk refreshing. Tak lama suara SMS pun berdering. Setelah kubaca, SMS itu dari kakaknya kekasihku. Isinya, “Adik Imam, Reina sudah pergi….”
Aku yang tahu Reina memang izin untuk pergi pun menjawab, “Iya mbak aku sudah tahu kok, kemarin kan dia izin pergi.” Di saat aku duduk bersama teman-teman, tak lama handphone kembali bersuara. Ada SMS balasan dari kakaknya.  “Imam,  Reina sudah pergi dan dia pergi untuk selamanya…”. Aku mulai lemas, tapi aku masih berpikiran dia bukan meninggal dunia, melainkan pindah rumah.
Aku kemudian meneleponnya. Ketika diangkat, tak satu pun ada percakapan, selain aku mendengar raung tangisan sejadi-jadinya. Tak lama aku pun pingsan. Ketika sadar, aku sudah berada di rumah. Aku tidak tahu apa yang terjadi. Yang aku tahu, aku hanya ingin bertemu Reina, kekasih hatiku.
Seketika, aku langsung meluncur ke rumahnya. Aku pun bingung ketika melihat banyak orang berpeci dan bendera kuning. Ketika aku masuk, aku melihat kekasihku terbujur kaku di tengah ruangan rumah itu.(*/yok/py)

Seperti diceritakan salah satu pembaca di cerita Islam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *