News, Sport and Lifestyle

Cintaku sampai Maut Memisahkan (1)

METROPOLITAN.ID – Perempuan mana yang ingin ditinggal suaminya pergi. Namun, tak ada yang bisa menahan kehendak Sang Maha Pencipta. Aku hanya bisa pasrah melepas kepergian suami tercinta ke pangkuan-Nya.

Sebut saja namaku Lily. Aku janda beranak dua. Kehidupan kami terbilang harmonis. Suatu ketika, Allah menguji  kehidupanku. Ia mengambil suamiku, ayah dari anak-anak yang kini harus kubesarkan sendiri.  Aku tak menyangka jika orang yang kucintai akan pergi secepat ini. Setelah kepergiannya, seorang notaris datang ke rumahku.
Kudapatkan sepucuk surat dari mendiang suamiku. Aku terengut, aku menangis sejadi-jadinya membaca kata demi kata yang tertuang dalam secarik kertas.
Sebelum ia meninggalkanku selama-lamanya, ia telah menyiapkan surat wasiat untuk aku dan dua anakku. Dalam suratnya ia menuliskan permintaan maafnya karena harus lebih dulu pergi.
Maafkan aku Sayang karena harus meninggalkanmu lebih dulu dan harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalanya sendiri. Maaf juga karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Allah telah memberiku waktu terlalu singkat. Mencintaimu dan anak-anak adalah hal terbaik yang pernah kulakukan.
Seandainya aku bisa, aku ingin mendampingimu selamanya. Namun, semua sudah kehendak-Nya. Meski begitu, aku tak mau kalian kehilangan kasih sayangku begitu saja. Selama ini aku telah menabung sedikit demi sedikit untuk kehidupan kalian nanti. Aku tak ingin kalian susah setelah aku pergi. Tak banyak yang bisa kuberikan, tetapi aku berharap kamu bisa memanfaatkannya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka ya, Sayang.
Jangan menangis, Sayangku yang manja. Lakukan banyak hal untuk membuat hidupmu tak terbuang percuma. Aku memberi kebebasan padamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tak sempat kau lakukan selama ini. Maafkan aku jika telah menyusahkanmu. Semoga Tuhan memberimu jodoh yang lebih baik dariku.
Teruntuk Farah, putri tercintaku, maaf ayah tak bisa mendampingimu. Jadilah istri yang baik seperti Ibu. Untuk Farhan, ksatria pelindungku, jagalah Ibu dan Farah. Jangan jadi anak yang bandel lagi. Selalu ingat di mana pun kalian berada, ayah akan di sana melihatnya. Oke, Buddy! (*/feb/run)

Seperti Diceritakan Kislim
Mizy di Kisah Sedih Islami

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *