SHARE

METROPOLITAN.ID – Mantan juru bicara KPK Johan Budi akhirnya menerima pinangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi anak buahnya. Mulai kemarin, Johan pun resmi menjadi juru bicara presiden.
Jokowi mengatakan, Johan berpengalaman dan mampu mengomunikasikan program Presiden dan pemerintah kepada rakyat. Selain mengomunikasikan program Presiden dan pemerintah, Johan juga bertanggung jawab menjadi koordinator humas semua kementerian.
”Beliau sangat berpengalaman dan nantinya akan mengoordinasikan juga humas-humas yang ada di kementerian agar kita menjadi satu (suara),” kata Jokowi, kemarin.
Jokowi juga menilai mantan pimpinan sementara dan juru bicara KPK itu sebagai figur yang bersih. ”Saya senang semakin banyak orang baik di lingkungan Istana yang membantu saya,” imbuhnya.
Johan pun langsung diajak Jokowi mengikuti rapat bersama para menteri Kabinet Kerja di Kantor Presiden. ”Saya kaget juga. Cuma kata Presiden, ikut saja biar tahu. Wong saya nggak ada persiapan, penampilan saya juga biasa saja,” kata Johan Budi.
Kehadiran Johan di rapat me­mang sedikit terlambat, sebab dirinya dikenalkan dulu oleh Presiden ke awak media di Istana Merdeka. Sehingga saat rapat, namanya tidak sempat diperkenalkan ke para menteri sebagai Juru Bicara Presiden.  ”Mungkin menteri kaget juga, ngapain Johan ke sini,” kata Johan.
Sejak awal Presiden Jokowi sudah mengincar Johan untuk di posisi tersebut. ”Pak Presiden perintahkan saya untuk komunikasi dengan Pak Johan Budi untuk kemungkinan bisa bantu Presiden, yang naksir Pak Presiden langsung,” kata Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki.
Setelah menerima perintah Jokowi mendekati Johan Budi, Teten langsung bertemu empat mata. Dia tak jabarkan berapa lama proses itu, tapi  akhirnya Johan bersedia.
”Kami tahu profesional beliau di KPK, kami yakin Pak Johan Budi mampu mengomunikasikan program-program pemerintah, presiden ke masyarakat dan saya kira itu penting,” imbuhnya.
Seperti diketahui, Johan sebelumnya mengikuti proses seleksi calon pimpinan KPK. Namun, dalam voting di Komisi III DPR, Johan kalah suara sehingga gagal menjadi pimpinan KPK. Johan menyatakan keinginannya untuk mundur dari KPK dan menganggap 10 tahun kariernya di lembaga antikorupsi itu sudah cukup. (kps/de/er/wan)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY