News, Sport and Lifestyle

Dalam Segebrak, 177 Pengendara Ditilang

METROPOLITAN.ID | CIBINONG – Tingginya angka pelanggaran lalu lintas, menjadi pekerjaan rumah Kepolisian Resor (Polres) Bogor. Dari jumlah pengendara yang terjaring Operasi Rutin Tertib Lalu Lintas di Jalan Raya Tegar Beriman oleh Unit Pengaturan Jalan Pengawalan dan Patroli (Turjawali) kemarin, Satlantas Polres Bogor berhasil menilang 177 pelanggar lalu lintas dalam waktu satu setengah jam.  Mereka (para pengendara, red) beralasan terburu-buru, sehingga tidak memperhatikan rambu lalu lintas. Meski begitu, sebanyak 20 personel yang diturunkan tetap menindak pengendara yang melanggar UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. “Saya biasanya lewat sini (jalur cepat). Memang ada rambu larangan?” tanya seorang pelanggar Tika (29).
Menanggapi hal ini, Kepala Unit Turjawali Satlantas Polres Bogor Ipda Vino Lestari mengatakan, apa pun alasannya jika melanggar petugas akan melakukan penindakan. Bahkan, pihaknya telah mengajarkan bagaimana cara tertib berlalu lintas.
“Kami sering melakukan penyuluhan Tertib Lalin ke tempat pendidikan hingga organisasi,” katanya.
Vino menjelaskan, razia masih menjadi hukuman yang pas agar masyarakat paham pentingnya tertib berlalu lintas. Razia tersebut bakal dilakukan setiap hari hingga pengendara paham bagaimana cara berlalu lintas yang baik. “Roda dua tidak boleh masuk jalur cepat di Jalan Raya Tegar Beriman,” jelasnya.
Di samping yang melanggar, sambung Vino, tak sedikit pengendara yang patuh aturan. “Pengendara yang sering melintas di Jalan Raya Tegar Beriman pasti tahu. Jadi, jangan melanggar aturan,” tuturnya.
Tak hanya itu, ia juga tengah mencari solusi yang tepat dengan membuat plang imbauan dalam ukuran besar, namun pihaknya harus menempuh prosedur hukum terlebih dulu. “Kami terkendala perizinan pembuatan plang di Dishub. Program ini masih menjadi wacana bagi Polres Bogor,” akunya.
Sementara itu, ia juga menargetkan kawasan tertib lalu lintas di sepanjang Jalan Raya Tegar Beriman, Citeureup hingga Cileungsi. Namun itu tergantung situasional di lapangan. “Ada tiga titik yang menjadi perhatian kami,” ujarnya. (rez/b/dik/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *