News, Sport and Lifestyle

Dari Produksi Telur Asin hingga Bisnis Daur Ulang

METROPOLITAN.ID – PRODUKSI telur asin yang berlokasi di Kampung Rawakalong itu berada di bawah naungan Usaha Kecil Menengah (UKM) Posdaya. Sejak berdiri pada 2012 lalu, sudah ada sembilan anggota yang ikut mengembangkan UKM tersebut.
Kepala Desa (Kades) Ciherang Suherwin mengatakan, UKM di desanya sudah semakin berkembang “Sampai saat ini UKM kami sudah cukup berkembang. Mereka juga sering mengikuti beberapa pameran,” ungkapnya kepada Metropolitan, kemarin.
Menurut dia, UKM telur asin itu ternyata memberikan penghasilan tambahan bagi para anggotanya. Apalagi, rata-rata diisi kaum perempuan. Selain menambah uang belanja, produksi telur asin juga memberikan keterampilan tersendiri. “Telur asin itu menghasilkan, tapi juga ada ilmu di dalamnya. Sebab, produksi telur asin tak semudah yang dibayangkan,” terangnya.
Tak hanya itu, UKM Posdaya juga mendirikan daur ulang dari bahan plastik bekas yang diolah menjadi sebuah bros. “Plastik itu diubah menjadi bando, tas, dompet dan aksesori lainnya,” terangnya.
Sementara itu, Ketua UKM Telur Asin Juju mengatakan, setiap minggu pihaknya bisa memproduksi hingga seribu butir telur asin. Sedangkan untuk penjualan, pihaknya menjual melalui bazar dan warung terdekat. “Kami juga biasa menerima pesanan dari dinas-dinas. Sebab, kami belum punya pasar yang tetap,” karanya.
”Setiap butir, kami jual seharga Rp3.000. Itu kalau yang di warung. Selain itu, kami juga punya kemasan sendiri yang isinya enam butir seharga Rp30.000,” tukasnya. (ano/b/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *