SHARE

METROPOLITAN.ID | Celah berbahaya dari aplikasi Go-Jek ditemukan programmer asal Indonesia, Yohanes Nugroho.
Menurutnya celah yang ditemukannya memungkinkan programmer berbuat iseng, misalnya mencari identitas pengguna Go-Jek, mengubah pulsa mitranya dan data pribadi mitra Go-Jek.
Tak hanya itu, customer ID juga bisa dilihat berdasarkan nomor telepon, nama atau e-mail. Nama user, e-mail, nomor ponsel juga bisa diubah tanpa memerlukan password.
Lalu apa kata Go-Jek? Go-Jek mengaku sudah mendeteksi adanya gangguan atau bug yang muncul dalam layanan aplikasinya, namun mengklaim telah melakukan terobosan untuk mengatasi gangguan tersebut dan memastikan keamanan optimal data-data yang tersimpan.
Chief Executive Officer Go-Jek Nadiem Makarim mengatakan, pihaknya telah membenahi dan menyelesaikan hampir seluruh isu yang disebutkan dalam blog tersebut. Menurut Nadiem, memang belum seratus persen sempurna, namun akan diselesaikan dalam beberapa hari ke depan. Pihak Go-Jek juga sudah pernah berkomunikasi sebelumnya dengan Yohanes terkait temuan tersebut.
“Keamanan data selalu menjadi prioritas utama kami. Demi keamanan dan kenyamanan para pelanggan, Go-Jek akan terus melakukan penyempurnaan terhadap sistem layanan kami,” kata Nadiem.
Menurut Nadiem, saat ini Go-Jek beroperasi secara lancar. Perusahaan juga memastikan data-data milik pelanggan dan mitra driver aman. Nilai kredit yang sudah diperoleh pelanggan maupun mitra driver tetap berlaku sesuai ketentuan yang ada. (kps/mer/de/er/wan)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY