SHARE

METROPOLITAN.ID | Kemenpora memberi waktu sepekan kepada Pemprov DKI agar memberi kemajuan yang signifikan dalam revitalisasi velodrome dan renovasi equestrian. Terkait itu, Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) berjanji akan mengebut pengerjaannya. “Kita akan terus paksakan bangun. Aku sudah tekan sama direktur Jakpro (PT Jakarta Propertindo), masih sisa 20 bulan. Semalam mereka sudah rapat dengan Pak Heru (Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Heru Budi Hartono) yang mimpin, secepatnya lelang kan kita sudah tahu spesifikasi yang mau dibangun,” ujar Ahok. Hal ini disampaikannya di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (12/1/2016). Ahok juga sempat mempertanyakan mengapa lelang tersebut tidak dilakukan sejak tahun lalu.”Ini yang saya marah kenapa lelang enggak dari tahun lalu. Saya justru ada PT maksud saya lebih fleksibel lebih profesional lebih pintar digaji lebih mahal, ya kamu bantu mikir dong. Saya sudah kasih petunjuk, kalau kamu enggak sanggup ya harus mundur,” sambungnya. Ahok menekankan kepada Jakpro agar bisa segera memulai proses lelang setelah mendapat rekomendasi dari ISSI (Ikatan Sport Sepeda Indonesia). Apabila Jakpro tidak bisa memenuhi, maka Ahok meminta seluruh direksi untuk mundur. “Enggak ada pilihan. Kita enggak mungkin pakai Dinas Olahraga. Kalau semua direksi Jakpro enggak sanggup, saya minta mereka mundur saja,” imbuh Ahok. “Semalam kita sudah putus, PT Jakpro harus sanggup. Kita sudah putuskan tetap minta Jakpro kalau dia enggak sanggup, berarti direksi sama komisarisnya semua harus mundur,” terangnya.Ahok mengatakan, pihaknya sangat serius merevitalisasi velodrome untuk Asian Games 2018. Namun selama ini pihaknya kerap kesulitan SDM dan tidak berani mengambil keputusan. “Kita serius, masalahnya kesulitan ya. Kita kesulitan SDM-nya, kita mau tabrak juga takut dan enggak berani ambil putusan. Makanya saya bilang sama direksi kalau kamu enggak berani putusin baiknya mundur,” kata Ahok. “Dia enggak berani putusin, ngeles-ngeles. Kejar ngeles dan kejar ngeles, saya bilang kalian enggak bisa kerja. Pintar memang dalam bisnis keuangan, tapi bukan teknik,” pungkasnya. Sebelum ini diberitakan sebelumnya, Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, Gatot S Dewa Broto, usai melakukan pertemuan di Kementerian PMK dan rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo. Jika nantinya tidak ada perkembangan maka Kemenpora siap mengambil alih dengan sejumlah alternatif.(det)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY