SHARE

METROPOLITAN.ID | GEDONGTATAAN — Er(19), siswa MA, warga Kecamatan Margapunduh, Kabupaten Pesawaran, terpaksa mendekam di sel tahanan Polsek Gedongtataan lantaran diduga memerkosa S (16), siswi sebuah MTs, warga Negerikaton, Pesawaran, Senin (18/1/2016), sekitar pukul 21.00.Tersangka Er ditangkap petugas Reserse Kriminal Polsek Gedongtataan setelah mendapat laporan orang tua korban yang mengetahui anaknya dibawa kabur pelaku berdasar pada keterangan rekan-rekan anaknyaKapolsek Gedongtataan, Kompol Hemansyah mengatakan tersangka ditangkap petugas setelah mendapat laporan dari orang tua korban. Selanjutnya petugas melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap tersangka di kebun kelapa sawit PTPN 7, Halangan Ratu, Negerikaton, Kabupaten Pesawaran.Awalnya tersangka bertemu dengan korban di Jalan Ponco Kresno, Senin (18/1), sekitar pukul 07.00. Kemudian pelaku membawa korban dan berjanji mengantarkan korban ke sekolahnya, namun tersangka tidak menurunkan korban di sekolahnya. Korban lalu dibawa ke wilayah Margapunduh,” kata Hermansyah Gumay, Selasa (19/1/2016).Hermansyah Gumay melanjutkan setelah tiba di wilayah Margapunduh, korban dibawa ke pantai dan di sana mereka berdua hanya bersenang-senang. Korban juga sempat dibawa ke rumah pamannya di wilayah Margapunduh, selanjutnya sekitar pukul 19.00 korban dibawa pulang ke rumahnya di wilayah Ponco Kresno.“Sekitar pukul 21.00, korban dan pelaku tiba di PTPN 7 dan di sebuah gubuk, pelaku mengajak korban singgah di sana. Di gubuk itu pelaku berusaha merayu korban namun korban menolak. Lantaran korban menolak, pelaku pun memaksa melakukan hubungan intim. Berdasarkan pengakuan pelaku dan korban memang telah terjadi hubungan intim dengan pemaksaan (diperkosa red),” jelasnya.Kemudian, setelah melakukan perbuatan bejatnya, tersangka menyuruh korban pulang ke rumahnya dengan mengunakan sepeda motor milik pelaku. Setibanya di rumah, korban pun melaporkan kejadian itu kepada orang tuanya.Atas peristiwa tersebut tersangka dilaporkan ke Subsektor Polsek Negerikaton.Petugas langsung melakukan pengejaran. Tersangka lalu diamankan petugas, tapi sempat melarikan diri sebelum akhirnya ditangkap kembali, Selasa (19/1/2016), sekitar pukul 11.00,” ujarnya.Akibat perbuatannya, tersangka terpaksa harus mendekam di Polsek Gedongtataan dan dijerat Pasal 82 UU No 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.Sementara itu, Er mengaku sebelumnya mereka memang sempat berpacaran, tapi kemudian putus. Dulu saya sama dia sempat berpacaran. Dia tidak mau melakukan hubungan intim tetapi saya paksa dia sampai terjadilah hubungan intim. Itu pun baru pertama kali saya berhubugan intim sama dia. Saya paksa dia karena dia tidak mau dicium,” ujar Er.(lampost.co)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY