News, Sport and Lifestyle

Diduga Tak Tepat Sasaran, Program Dishutbun Kab Sukabumi Dipertanyakan

METROPOLITAN.ID | KADUDAMPIT – Beberapa program dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Sukabumi yang direalisasikan pada 2015, mendapat sorotan dari beberapa kalangan aktivis Sukabumi. Pasalnya, program tersebut diduga fiktif alias ‘bodong’. Mereka mempertanyakan perealisasian program yang sudah dilaksanakan. “Kami ingin tahu semua perealisasian program Dishutbun Kabupaten Sukabumi pada tahun 2015. Lantaran, kami menduga adanya beberapa program yang digulirkan tidak transparan serta tidak tepat sasaran,” ungkap Wakil Ketua Lembaga Advokasi Masyarakat Pinggiran Nahdliyin Sukabumi (Lampns), Subhan Jawawi AK kepada Radar Sukabumi, minggu (10/1).  Ia beralasan, hal itu agar semua masyarakat Kabupaten Sukabumi tahu bahwa semua perealisasian program Dishutbun tahun 2015 dilaksanakan dengan baik serta sesuai dengan apa yang sudah ditetapkan. Pasalnya, ada beberapa elemen masyarakat yang tidak mengetahui semua program Dishutbun. “Masyarakat di setiap wilayah Kabupaten Sukabumi tidak ada yang tahu dan tidak merasakan semua program yang direalisasikan oleh Dishutbun Kabupaten Sukabumi selama 2015,” ujarnya. Maka, lanjut Subhan, agar tidak menimbulkan pertanyaan di tengah-tengah masyarakat. Lantaran saat ini, diduga Dishutbun menggulirkan program kepada beberapa kolompok tani tidak transparan serta kurang diketahui oleh pihak pemerintah setempat. “Beberapa elemen masyarakat kurang begitu mengetahui setiap program yang digulirkan Dishutbun. Padahal, program Dishutbun pada 2015 itu cukup lumayan banyak. Agar tidak menimbulkan kecurigaan, maka semuanya harus dibuka secara transparan,” paparnya. Ungkapan senada juga disampaikan oleh Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) Sukabumi, Dewek Sapta Anugrah. Dirinya menduga, ada beberapa program Dishutbun yang diselewengkan. Lantaran, perealisasiannya begitu tidak transparan serta digarap oleh kelompok-kelompok tertentu. Ia pun ingin mengetahui sudah sejauh mana tingkat keberhasilannya. “Dishutbun harus dapat menginformasikan semua program yang sudah dilaksanakanya selama 2015. Lantaran, kami menduga adanya beberapa program yang direalisasikan kurang begitu baik,” paparnya. Serta, lanjut Dewek, jika terbukti adanya praktik-praktik yang tidak terjadi di lapangan. Maka, pihak Dishutbun Kabupaten Sukabumi harus dapat mempertanggungjawabkannya. Kalaupun tidak ada, maka itu menjadi suatu prestasi yang patut ditiru oleh semua lembaga dan instansi di Kabupaten Sukabumi. Lantaran, Dishutbun sudah berani bersikap transparan terkait semua perealisasian program pada 2015. “Kami menginginkan adanya transparansi perealisasian semua program yang sudah dilaksanakan. Jika ada salah satu program yang menyimpang, kami berharap Dishutbun dapat bertanggung jawab,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Dishutbun Kabupaten Sukabumi, Dadang ketika dihubungi Radar Sukabumi untuk diminta keterangnnya, sampai berita ini diterbitkan tidak memberikan komentar sedikitpun. Walaupun sudah dihubungi beberapa kali serta dikonfirmasi lewat pesan singkat (SMS).(PS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *