News, Sport and Lifestyle

Dikasih Rp6 Miliar, KONI Sebut Kekecilan

METROPOLITAN.ID | TANGSEL — Pemberian dana hibah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tangsel oleh Pemkot Tangsel sebesar Rp6 miliar pada tahun 2016 masih saja dipersoalkan KONI setempat. Pasalnya, KONI Kota Tangsel menilai anggaran Rp6 miliar yang diterima dari APBD 2016 tidak ideal untuk mengurus dan membina atlet.
Wakil Ketua KONI Kota Tangsel, Rasyud Syakir mengatakan, pada dasarnya KONI sendiri dalam pengajuan dana hibah tertera secara rinci. Hal ini untuk memudahkan pertangungjawaban dalam penggunaan anggaran dari masing-masing cabang olahraga. “Pengajuan dana hibah itu sangat terinci. Sebelum dana itu diterma rincian sudah masuk sebagaimana diajukan masing-masing cabang olahraga yang ada,” katanya.
Rasyud menambahkan, karena satu sebab aturan yang ada sebagaimana telah diseleksi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), maka harus merubah yakni harus dicairkan secara menyeluruh. Mau tidak mau kemungkinan supaya ringkas, KONI pun harus patuh terhadap mekanisme yang ada. “Karena Dispora yang memverifikasi maka dibentuk gelondongan, mungkin saja ini supaya mempermudah tapi tidak keluar dari rincian awalnya yang pasti,” tambah pria akrab disapa Pak Ustadz ini.
Rasyud menerangkan dengan menaungi 43 cabang olahraga, dana Rp6 miliar itu terbilang kecil. “Anggaran Rp6 miliar jika dibagikan terhadap 43 cabor sudah masuk Rp4,3 miliar dengan rincian Rp100 juta. Dana Rp100 juta itu hanya untuk pembinaan para atlet saja, sedangkan KONI harus memberi hadiah kepada atlet yang juara dan mengadakan kegiatan setiap tahunnya,” ungkapnya.
Dia menambahkan meski dana yang diterima KONI tak sebanding, bukan berarti para atlet Kota Tangsel tak mampu berprestasi. “Meski hanya segitu namanya dikasih ya kami terima saja,” beber Rasyud. Setiap tahun, KONI sendiri harus mengadakan agenda besar untuk kompetisi para atlet yakni Kejuaraan Kota (Kejurkot). Mengapa harus dilakukan turnamen tingkat kota? Ini supaya kualitas atlet semakin berkembang. Adapun kejuaraan dua tahunan juga selalu ada di tingkat Provinsi Banten yang diikuti atlet Kota Tangsel. “KONI harus memberikan uang bonus bagi tiga kelompok emas, perak, dan perunggu. Sedangkan setiap kelompok ada yang beregu dengan jumlah banyak. Ini juga harus menjadi perhitungan di luar dana pembinaan,” tambahnya. (ded/sal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *