Dikeluhkan Warga, Komisi C Satroni Gardenia

by -3 views

METROPOLITAN.ID | BOGOR – Proses pembangunan Apartemen Gardenia Residence di Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, kerap dikeluhkan warga sekitar. Hingga pada akhirnya warga melayangkan surat aduan ke Komisi A DPRD Kota Bogor yang isinya meminta dewan agar mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor meninjau ulang Izin Mendirikan Bangunan (IMB) bangunan 25 lantai itu.
Informasi ini pun terdengar oleh Komisi C DPRD Kota Bogor yang di antaranya membidangi masalah infrastruktur dan lingkungan hidup. Dalam waktu dekat ini, Komisi C bakal satroni lokasi proses pembangunan yang kabarnya telah mencaplok lahan Kali Ciheuleut hingga menyempit itu.
Anggota Komisi C Yus Ruswandi menjelaskan, keresahan warga sekitar atas bangunan itu merupakan buntut dari tidak profesionalnya pengembang dalam proses pembangunan. Apalagi ditambah kesepakatan dengan warga sudah tak diindahkan lagi oleh pengembang. “Banyak warga yang mengadu soal keberadaan Gardenia. Maka dari itu, kita ingin cek apa yang membuat masyarakat sekitar resah,” tuturnya.
Yus juga mengatakan, proses pembangunan di wilayah Kota Bogor jangan mengganggu bangunan-bangunan yang ada di sekitarnya. Terlebih sampai bangunan yang ada di sekitar mengalami rusak berat. “Ini jelas pelanggaran yang harus segera ditindak. Karena jika didiamkan warga semakin merugi,” katanya.
Politisi Golkar itu pun memaparkan, adanya pembanguan yang berada di sekitar sungai harus bisa memperhatikan lingkungan yang ada. Hal itu agar lingkungan sekitar bisa tetap baik, bukan malah menjadi buruk. “Kita akan ajak BPLH untuk sidak ke Gardenia. Jika hasil sidaknya buruk, maka kita rekomendasikan pemkot untuk mencabut izinnya,” terangnya.
Sementara itu, Lurah Cibuluh Agus Ateng membenarkan jika dalam proses pembangunan apartemen itu menimbulkan sejumlah masalah bagi masyarakat sekitar. Mulai dari rumahnya yang retak-retak hingga proses pengerjaan apartemen ini menggangu waktu istirahat warga lantaran dilakukan hingga larut malam. Bahkan janji apartemen yang akan mempekerjakan warga sekitar pun tak terbukti. Warga sekitar yang bekerja malah dipecat pihak manajemen Gardenia Residence karena dianggap tidak bekerja maksimal.
Sejumlah warga yang merasa keberatan oleh pemba­ngunan Apartemen Gardenia Residence ini, kemarin mencoba beraudiensi dengan pihak manajemen Gardenia. Masyarakat pun diwakili Ketua RW 04 Supatman. “Semua kesepakatan sudah diambil. Nantinya jika ada warga yang tidak puas maka bisa mengadu kepada ketua RW yang mewakilinya saat audiensi dengan pihak pengembang,” ujar Agus Ateng.
Seharusnya, menurut Agus, sebelum ketua RW 04 membuat kesepakatan dengan pihak pengembang didiskusikan dulu dengan warga apa keinginannya. Lalu hal tersebut dibawa ke dalam forum audiensi. “Jika seandainya pak RW tidak seperti itu, jika ada warga yang masih mengeluh pak RW harus bertangung jawab. Karena telah mengambil keputusan satu pihak,” terangnya.
Agus Ateng juga membenarkan apa yang dilakukan pihak Gardenia Residence memang ada beberapa hal yang salah. Mulai dari rekrutmen pekerja yang tidak memprioritaskan warga sekitar dan malah ada warga sekitar yang dipecat. “Maka dari itu warga membuat kesepakatan ulang dengan pihak pengembang dan disaksikan jajaran Muspika Kecamatan Bogor Utara,” paparnya.
Sementara itu, Ketua RW 4, Kelurahan Cibuluh, Supatman mengatakan, apa yang dilakukannya (pertemuan dengan pengembang) merupakan bentuk dan cara elegan dalam menyikapi suatu permasalahan. Ia sengaja membuat surat pertemuan ke pihak Gardenia agar semua permasalahan bisa terselesaikan. “Dan itu bisa dipertanggungjawabkan karena telah ada hitam di atas putih,” jelasnya.
Menurut Supatman, sejauh ini rumah warga yang rusak dan telah diperbaiki baru mencapai 40 persen. Untuk itu, pihaknya akan kembali melakukan pendataan agar jelas berapa banyak lagi rumah warga yang rusak. “Ya nanti kami jelaskan ke warga sekaligus melakukan pendataan. Karena pihak Gardenia sudah sepakat kalau perbaikan rumah akan dilakukan pada Februari nanti,” kata dia.
Sebelumnya, Legal Deputi Apartemen Gardenia Residence Apang Sopandi mengatakan, tudingan penyempitan Kali Ciheuleut adalah tidak benar. Menurut dia, Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) sebelumnya sudah mengecek dokumen miliknya dan meninjau ke lokasi (kali). “Yang ada tanah kita dipakai untuk melakukan pelebaran, bukan penyempitan,” kata dia.
Banyaknya masalah yang dikeluhkan warga, menurut Apang akan segera diakomodir. Gardenia, sambung Apang, pun telah membuat kesepakatan dengan warga yang disaksikan jajaran Muspika Bogor Utara di antaranya camat, lurah, Danramil dan Kapolsek. “Kita sudah membuat kesepakatan baru dan akan mengakomodir keinginan warga serta kerusakan rumah warga akibat proses pembangunan ini,” jelasnya. (mam/b/ram/wan)