SHARE

METROPOLITAN.ID | CIBINONG – Masih banyaknya warga di Kecamatan Rancabungur yang belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik, menjadi pekerjaan rumah Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bogor. Meski begitu, Disdukcapil menuding pihak Kecamatan Rancabungur menjadi biangkerok ratusan warga yang belum memiliki e-KTP.
Kabid Kependudukan di Disdukcapil Kabupaten Bogor Dadan Dharmatin secara terang-terangan menuding pihak kecamatan yang menjadi penyebabnya. Ia beralasan mesin pemindai ada di kecamatan. Jika mesin itu rusak, maka Disdukcapil tidak bisa memproses e-KTP. “Disdukcapil hanya menerima data dari kecamatan,” terangnya.
Dadan menilai laporan dari pihak Kecamatan Rancabungur yang menyebutkan masih ada 600 jiwa yang belum memiliki e-KTP dinilai mengada-ada. Pihaknya pun telah memberitahukan seluruh pengajuan e-KTP di Kecamatan Rancabungur pada November 2015 lalu.
“Pengajuan per 10 November 2015 sudah kami berikan. Tapi setelah November tidak ada pengajuan e-KTP lagi,” ucapnya.
Akhir Januari ini, ia mengaku akan berkoordinasi dengan seluruh aparatur wilayah, sehingga jika ada permasalahan bisa segera dikoordinasikan dengan pihaknya. “Kami akan tata ulang sistemnya,” tuturnya.
Dadan juga mengakui banyak warga yang mengeluh belum memiliki e-KTP ke Disdukcapil Kabupaten Bogor. Namun ketika dicek, kebanyakan data dari kecamatan belum masuk ke Disdukcapil. Permasalahan itu mencirikan pihak kecamatan lambat mengirimkan data. “Kecamatan yang bertanggung jawab,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, keinginan masyarakat Rancabungur memiliki e-KTP sepertinya masih menjadi mimpi. Upaya mencari pekerjaan pun terkendala akibat tidak memiliki KTP. Usut punya usut, hal itu ditengarai akibat kantor kecamatan tidak memiliki alat perekam e-KTP sendiri.
Untuk itu, sejumlah warga merasa kesal karena sudah berbulan-bulan membuat e-KTP tapi tak kunjung usai.
“Sudah enam bulan e-KTP saya belum selesai. Padahal, saya butuh banget untuk  melamar pekerjaan. Saya berharap pemerintah maupun daerah memperhatikan masalah ini,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan Kecamatan Rancabungur Dedi Mulyadi menuturkan, saat ini ada 600 warga yang belum memiliki e-KTP karena mesin cetak di Dinas Kependukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bogor rusak.
“Selain mesin rusak, data yang menumpuk merupakan salah satu faktor keterlambatan,” katanya. Menurut dia, saat ini petugas dari kecamatan sedang dibina untuk mencatat e-KTP agar nanti bisa dicetak di kecamatan. (rez/b/dik/py)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY