SHARE

METROPOLITAN.ID | BeritaUpaya Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam mengurangi volume kemacetan di Jalan Margonda Raya saat ini adalah dengan melakukan penertiban parkir liar yang kerap kali terlihat masih menjamur di beberapa titik di sepanjang jalan tersebut dengan menurunkan petugas Dinas Perhubungan (Dishub) kota Depok sebagai eksekutornya dilapangan. Hal ini sengaja dilakukannya sebab, Pemkot Depok telah menyiapkan lahan parkir resmi yang berlokasi tak jauh dari lingkungan Balaikota Depok. Ratusan sudah kendaraan yang diamankan oleh petugas mulai dari kendaraan roda empat sampai dengan kendaraan roda dua yang dimana kebanyakan dari mereka telah melanggar tata tertib lalu lintas dan memarkirkan sembarangan kendaraannya dipinggir jalan. Di beberapa titik di sepanjang jalan tersebut pun, terlihat sudah terpampang jelas peringatan dilarang parkir guna memperingati para pengguna kendaraan. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, Gandara dalam menanggapi perihal tersebut mengakui bahwa sampai dengan saat ini, pihaknya telah mengamankan ratusan kendaraan mulai dari kendaraan roda dua sampai dengan kendaraan roda empat dengan menggembosi dan menggembok bannya akibat telah melanggar tata tertib aturan yang berlaku. Ini sengaja dilakukannya agar dapat menjadi perhatian kepada seluruh pengguna kendaraan yang lain, agar selalu mematuhi aturan yang berlaku. “Jika memang ada kendaraan yang memarkirkan kendaraannya sembarangan, pihak kami akan langsung menggemboknya dan memberikan sanksi tegas kepada pemiliknya sesuai dengan aturan yang berlaku. Aturan ini berlaku kepada siapa saja, baik itu kendaraan roda dua, roda empat, masyarakat maupun petugas pemerintahan. Kami tidak pandang bulu dalam menerapkan aturan dilapangan,” jelasnya di Depok, Senin (04/01/2016). Gandara juga mengungkapkan bahwa pihaknya dalam menjalankan tugas dilapangan untuk menertibkan kendaraan yang parkir sembarangan tidak memerlukan konfirmasi dari pemilik kendaraan, yang terpenting adalah mereka telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) yaitu melanggar tata tertib berlalu lintas. “Kami dalam menjalankan penertiban, tidak memerlukan konfirmasi dari para pemilik kendaraan, jika memang terlihat, kami langsung tindak,” tuturnya. Ia juga mengatakan bahwa, pihaknya selain melakukan pengembokkan terhadap kendaraan yang melanggar, akan memberikan sanksi lainnya berupa penilangan. Jika memang diperlukan, maka kendaraannya pun akan dibawa ke kantor Dishub dengan menggunakan derek apabila memang terbukti telah melanggar peraturan yaitu memarkirkan kendaraannya disembarang tempat. Dengan adanya tindakan tegas seperti ini, diharapkannya dapat memberikan efek jera kepada para pelanggar dan kepada para pengguna kendaraan yang lainnya agar selalu mematuhi aturan dan tata tertib yang berlaku. Selain daripada itu, hal tersebut juga diharapkan dapat mendorong para pemilik usaha yang ada di sepanjang jalan tersebut untuk dapat menyediakan lahan parkir bagi para konsumennya. “Sampai dengan saat ini, kami sudah berikan surat peringatan kepada seluruh pemilik bangunan untuk tidak memberikan parkir di bahu jalan kepada para pengunjungnya. Selain berdampak kepada kemacetan, hal tersebut juga dapat merugikan para pengguna jalan lainnya,” tutupnya.(hrndpk)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY