SHARE

METROPOLITAN.ID | TAJURHALANG – Terkait tidak ditanggapinya masalah pelaporan Pemerintah Desa (Pemdes) Citayam, Kecamatan Tajurhalang, terhadap serangan demam berdarah yang menimpa warganya, pihak Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kesehatan Tajurhalang berkilah bahwa pelaporan tersebut telah ditanggapi.
“Saat itu memang ada laporan dari masyarakat Desa Citayam, namun pelapor tidak meninggalkan nama dan nomor telepon,” kilah Kepala UPT Kesehatan Tajurhalang Dini Sri Agustin kepada Metropolitan, kemarin.
Menurutnya, ia sudah terjun ke lokasi dan menaburkan bubuk abate serta melakukan pengasapan. “Kalau ada yang jadi korban Demam Berdarah Dengue (DBD), tolong laporkan dengan disertai hasil laboratorium,” cetusnya.
Sebelumnya, 14 warga Kampung Ragamukti, Desa Citayam, terserang DBD. Namun, kejadian ini ditanggapi dingin oleh UPT Kesehatan Tajurhalang. Padahal, warga sekitar sudah mengadukan hal tersebut.
Warga RW 01, Desa Citayam Jimin (46) mengatakan, di wilayahnya sudah belasan orang terserang DBD, dan pihaknya sudah meminta melakukan pengasapan sebelum bertambahnya korban jiwa. “Kami sudah mengadukan permasalahan ini ke Pemdes agar cepat ditangani,” katanya.
Sementara itu, salah satu staf Desa Citayam yang namanya enggan disebut mengatakan, Pemdes telah melaporkan kejadian ini ke UPT Kesehatan Tajurhalang agar bisa dilakukan pengasapan. “Kami sudah laporkan, tapi mereka (UPT Kesehatan.red) malah bilang minimal harus 30 orang dulu yang terjangkit, baru bisa dilakukan pengasapan,” ujar sumber tersebut.
Terpisah, Kepala Desa Citayam Ma’mun Murod berharap, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor agar cepat tanggap dalam menangani keluhan warganya. “Kami tidak ditanggapi UPT Kesehatan, makanya kami melakukan pengasapan sendiri demi mencegah meluasnya DBD,” singkatnya. (mun/yok/run/run)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY