News, Sport and Lifestyle

Dokter Rica Diamankan saat akan Terbang ke Semarang

METROPOLITAN.ID | Sleman – Selama dr. Rica Tri Handayani dan anaknya Zafran Alif Wicaksono menghilang, rupanya mereka telah melakukan eksodus sampai ke daerah Mempawah, Kalimantan Barat. Diketahui bahwa dokter cantik itu telah bergabung dengan organisasi Gafatar.Bersama keduanya, polisi telah menemukan empat orang lain yang merupakan pasangan suami istri Eko Purwanto dan Veni warga Gamping, Sleman beserta seorang anaknya yang masih balita dan seorang lagi Krisma yang merupakan adik Eko. Eko dan Veni merupakan orang yang menjemput dr. Rica Tri Handayani bersama anaknya Zafran Alif Wicaksono pada 30 Desember 2015 lalu.Kapolda DIY Brigjen Erwin Triwanto mengatakan, mereka ditemukan saat berada di Bandara Iskandar, Pangkalan Bun, Kota Waringin Barat, Kalimantan Tengah pukul 06.00 WIT. Diungkapkan, saat diamankan, rencananya mereka akan berangkat ke Semarang. “Saat berada di counter salah satu airline kita lakukan penangkapan,” katanya di Polda DIY, Senin (11/1).Begitu sampai ke Semarang, mereka langsung dibawa ke Polda DIY menggunakan perjalanan darat. Dokter cantik bersama anak dan rombongannya itu dimasukkan ke gedung Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) untuk dimintai keterangan. Temuan orang yang dilaporkan hilang itu pun telah dikoordinasikan ke Mabes Polri. “Kamis besok kami akan minta bantuan psikolog untuk mencoba mewancarai mereka,” ungkapnya.Bantuan psikolog tersebut dinilai sangat diperlukan karena secara psikologis kondisi mereka belum bisa dimintai keterangan. Bahkan Eko dan Veni yang diduga sebagai tersangka dengan peran perekrut belum bisa dimintai keterangan.“Mereka masih tutup mulut. Sejak diamankan, kami coba lakukan komunikasi, tapi jawaban mereka tidak ada korelasi dengan organisasi ini,” paparnya.Terkait keterlibatan dr. Rica Tri Handayani dalam kelompok wartawan, Erwin menyampaikan belum mengetahui secara pasti. Namun, berdasarkan keterangan dari suaminya, dr. Aditya Akbar Wicaksono didapatkan keterangan bahwa sebelum menikah, dr Rica sudah aktif mengikuti organisasi Gafatar.“Setelah menikah, dr. Rica sudah tidak aktif lagi. Namun saat suaminya mengambil kuliah S2 spesialis orthopedi, dr. Rica yang tinggal di Lampung sering bolak-balik ke Yogyakarta. Mungkin saat di Yogyakarta itulah komunikasi dengan organisasi Gafatar kembali terjalin,” tandasnya.(KRM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *