SHARE

METROPOLITAN.ID | Denpasar, Bali – Ratusan warga Bali Minggu (3/1) melakukan longmarch dari Catus Pata ke wilayah Toyaning, Kedonganan, Badung, Bali untuk menyerukan tolak reklamasi Teluk Benoa. Tampak ikut dalam aksi, anggota Dewan Pimpinan Daerah RI dari Bali Gede Pasek Suardika. Pasek Suardika menyatakan, secara pribadi dirinya datang untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat Kedonganan. “Saya memang melihat langsung kalau rakyat menolak reklamasi Teluk Benoa. Karena itu, dengan pernyataan Pemprov (Pemerintah Provinsi) bilang bahwa urusan reklamasi Teluk Benoa sudah diserahkan ke pemerintah pusat, adalah tidak masuk akal,” ujar Pasek. “Singkatnya, jika memang Pemprov menolak, pasti reklamasi Teluk Benoa tidak akan terjadi. Setuju atau tidak, Pemprov Bali jangan lempar bola, kita punya otonomi khusus,” kata Mantan Ketua Komisi III DPR RI itu, Minggu (3/1/2015). Pasek mengaku, jika pihak DPD RI sudah melakukan rapat sebanyak dua kali. Yaitu, rapat di Kantor DPD Provinsi Bali dan Kantor DPD RI bersama dengan investor. “Dari penjelasan investor, maka memang meyakinkan kita bahwa rencana reklamasi di Teluk Benoa harus ditolak,” tegasnya. Sementara itu Koordinator ForBALI, Wayan “Gendo” Suardana dalam orasinya di depan masyarakat Kedonganan menyatakan, saat ini mesti mewaspadai gerakan investor. Secara pribadi dirinya, mengapresiasi gerakan masyarakat yang diinisiasi oleh masyarakat sendiri. “Ini bukti bahwa kita tidak segelintir, dan ini juga memperlihatkan bahwa penolakan sudah dilakukan oleh semua daerah pesisir yang ada di teluk benoa,” tegas Gendo.

Takut Tenggelam
Dari pantauan SP, geliat seruan penolakan reklamasi kembali dilakukan oleh warga Bali. Ratusan warga dari masyarakat Kedonganan, Kuta Selatan, Badung, Bali menggelar demo untuk menolak rencana reklamasi Teluk Benoa, Minggu (3/1) siang. Aksi ini dilakukan oleh warga dari STT Karang Taruna Eka Canthi, STT Dharma Sentana, STT Suka Karya, STT Kertha Mudayasa, STT Para Mertha Kusuma, STT Eka Sila, STT Jaya Shanti, Ketua LPD Kedonganan, Kelian Adat Banjar Kertha Yasa, Kelian Adat Banjar Anyar Gede, dan Forum Pemerhati Pembangunan Bali (FPPB) Kedonganan. Mereka bergabung dan merupakan bagian dari Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi (ForBALI), yang selama ini gencar menyuarakan penolakan Reklamasi Teluk Benoa Berkedok Revitalisasi. “Aksi ini merupakan penegasan kembali sikap masyarakat Kedonganan untuk menolak reklamasi dari tiga tahun lalu. Air sudah mulai naik di Teluk Benoa, Kami takut tenggelam,” ujar Ketut Raka Budana, selaku Ketua LPM Kedonganan. Menurut dia, saat ini yang terpenting ialah generasi muda di Bali, khususnya Kedonganan sebisa mungkin dapat memberikan sikap dan suara yang sama menolak reklamasi Teluk Benoa. “Rencana reklamasi Teluk Benoa mengancam daerah pesisir,” ungkapnya. Sementara itu Ketua Karang Taruna Eka Chanthi, I Wayan Yustisia, mendesak agar pemerintah Provinsi Bali untuk bersikap tegas dan melihat aspirasi masyarakat di Desa Kedonganan. “Sebagai generasi muda, kami tak ingin mendapatkan warisan yang malah mengancam keberadaan desa kami, untuk itu kami para pemuda di Kedonganan dengan tegas menolak Reklamasi. Ingatlah nasib anak cucu di masa depan. generasi tua jangan hanya memikirkan nasib mereka sekarang,” ujarnya.(BERSAT)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY