News, Sport and Lifestyle

Dua Bandar Sabu-sabu Diciduk Polisi di Muara Karang

METROPOLITAN.ID | Jakarta – Dua bandar sabu-sabu diciduk oleh anggota Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Kawasan Sunda Kelapa. Pelaku  kerap mengedarkan narkotika jenis sabu di wilayah sekitar Muara Karang, Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.Kedua pelaku tersebut dapat dibekuk oleh anggota kepolisian setelah maraknya informasi yang beredar akan penggunaan narkotika jenis sabu dikalangan remaja dan sejumlah pekerja.Kapolsek Kawasan Sunda Kelapa, Kompol Putu Kholis, mengatakan pihaknya ‎menerima informasi mengenai ciri-ciri pelaku  dari salah satu pekerja buruh nelayan yang melaporkan peredaran narkotika di kalangan pekerja.”Kita langsung lakukan penyelidikan terhadap informasi tersebut dan anggota kami langsung mendapati dua bandar yang kedapatan sedang mengedarkan narkotika di lokasi tersebut,” ujar Putu, Jumat (15/1) didampingi pula oleh Kanit Reskrim Polsek Kawasan Sunda Kelapa, AKP Supriyadi.Penangkapan pertama di Jalan Muara Karang Raya sekitar Pukul 03.10 WIB dan ditangkap seorang laki-laki berinisial J, yang terlibat peredaran Sabu di Muara Karang dan Muara Angke.Dari penangkapan J, polisi kemudian mengembangkan kasus tersebut, dan Pukul 23.00 WIB anggota kembali berhasil menangkap seorang pengedar lainnya berinisial EM, yang berdomisili di Jalan Mangga Besar, Jakarta Barat,Polisi mendapatkan barang bukti dari dua bandar tersebut berupa narkotika jenis sabu dengan berat total total 3,84 gram, lima klip kecil sisa sabu yg sudah digunakan, uang tunai Rp 1,4 juta, satu buah alat hisap (bong), plastik kecil, timbangan, handphone, korek api, dan potongan sedotan.Putu juga mengungkapkan,‎ kedua pelaku kerap mengedarkan narkotika tersebut kepada orang yang sedang membutuhkan dan tidak secara spesifik menyasar kalangan tertentu saja. Lokasi pengedaran paling besar ada di Mangga Besar dan sekitar Muara Karang.”Kita sudah tes urine kedua pelaku, dan hasilnya pelaku J positif menggunakan narkotika, sedangkan EM hasilnya negatif, sampel sabu juga sudah kita kirimkan ke Laboratorium BNN dan hasilnya positif barang tersebut adalah narkotika jenis sabu,” ‎tandasnya.Saat digelandang anggota kepolisian, EM yang tak lain seorang ibu rumah tangga mengaku memperjual-belikan narkotika selama setahun terakhir untuk membantu menafkahi anak-anaknya karena suami bekerja serabutan.”Saya baru setahun belakangan ngedarin, itu juga karena terdesak ekonomi, tapi saya gak kenal persis sama orang yang suka ngirim barang itu,” kata EM.Ia ‎juga mengaku kerap mengambil paket ukuran kecil dan eceran sabu untuk dijual kembali dengan mengambil keuntungan Rp 300 ribu/gram.”Kalau saya sama J cuman teman aja, kadang dia sama saya dapat pasokan barangnya ya sama, cuma ini karena lagi sial aja bisa ketahuan,” tutur ibu beranak satu tersebut.Atas perbuatan yang dilakukan oleh J dan EM, polisi menjerat keduanya dengan Pasal 114 ayat 1 subsider Pasal 112 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 20009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman pidana penjara minimal 5 tahun atau maksimal‎ 20 tahun penjara, serta denda minimal Rp 1 miliar atau maksimal Rp 10 miliar.(BERITASATU)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *