Duh… Ajarkan Salat, Guru Ngaji Malah ’Garap’ Tiga Bocah

by -8 views

METROPOLITAN.ID – Satu rok warna oranye, satu kaos panjang warna putih, satu baju terusan warna biru putih serta satu baju terusan panjang warna pink menjadi saksi bisu atas bejatnya kelakuan MU (32). Berdalih mengajarkan praktik salat, pria yang sehari-hari mengajar ngaji di Kampung Hegarsari, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor itu malah mencabuli tiga muridnya yaitu LA (15), SS (15) dan RS (15).
Informasi yang dihimpun, berawal saat korban mempraktikkan gerakan salat, pelaku meraba-raba tubuh korban dengan alasan membetulkan gerakan yang salah. Mulai dari bagian paha, alat vital hingga payudara tak luput dari sasaran pelaku.
Bahkan korban yang belum bisa mengaji dipaksa mengeluarkan lidahnya. Pelaku lantas menggigit lidah korban dengan iming-iming agar lancar mengaji. Padahal, tindakan bejat itu hanya modus pelaku agar bisa mencium korban.
“Modusnya pada saat murid ingin belajar salat, pelaku tak menunjukkan bagaimana cara salat, tapi memegang bagian-bagian tubuh sensitif. Kemudian apabila murid tidak bisa mengaji, ia meminta mengeluarkan lidah dan menggigitnya,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Bogor AKP Aulia Djabar, kemarin.
Aulia menjelaskan, pelaku sudah delapan bulan mengajar mengaji di daerah tersebut. Sedangkan para muridnya yang menjadi korban diperkirakan mendapat perlakuan seronok sejak dua bulan belakangan.
Aksi tersebut diketahui setelah salah satu keponakan korban, Abet, bertanya-tanya lantaran korban SSA tak lagi mau mengaji. Dengan ragu, SSA kemudian menceritakan dirinya bersama dua teman lainnya telah dicabuli pelaku.
Mendengar pengakuan tak mengenakkan, keluaga korban geram dan melaporkan pelaku ke Polres Bogor akhir Desember lalu. “Pelaku sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas, di samping itu menjadi guru ngaji dan muridnya sudah mencapai puluhan,” terang Aulia.
Akibat aksi bejatnya, pelaku dijerat Pasal 82 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. “Ancaman pidana paling singkat lima tahun dan maksimal 15 tahun,” ujarnya.
Sebelumnya, aksi pencabulan juga terjadi di Kampung Padurenan, Kecamatan Cibinong, Kabupataten Bogor. Korbannya merupakan bocah berusia enam tahun yang awalnya berbelanja di warung milik pelaku BS (45). Pelaku diduga mencabuli korban dengan memasukkan jemarinya ke kemaluan korban. Selain itu, pelaku juga menggesek-gesekkan kemaluannya pada bocah tersebut.
Akibat ulahnya, keluarga serta masyarakat sekitar merasa geram. Warga sempat akan membakar rumah pelaku namun polisi keburu menenangkan situasi. Saat ini, pelaku diamankan di Mapolres Bogor untuk penyelidikan lebih lanjut. “Kami sudah amankan pelaku karena situasi di sana tidak kondusif,” ujar Aulia.
Menurut Aulia, pihaknya masih menunggu hasil visum dari rumah sakit untuk mendalami kasus ini. Dari keterangan pelaku, ia mengakui pernah memegang area sensitif korban. Namun, pelaku membantah telah menyetubuhi korban. “Kami akan pastikan setelah visum keluar, apakah ada luka pada kemaluan korban,” pungkasnya. (fin/c/er/wan)