Duh, Istri Korban Bom Diusir

by -3 views

METROPOLITAN.ID – Malang nasib keluarga Rais Karna (37), korban tewas bom Sarinah, Kamis (14/1) lalu.  Belum habis duka yang dialami keluarga pasca kematian Rais, keluarga korban penembakan malah diusir dari rumah kontrakannya di Kampung Pleret, Desa Pabuaran, Kecamatan Bojonggede. Sementara itu, dunia maya dihebohkan dengan kemunculan suara bantahan otak bom Thamrin, Bahrun Naim.
Sudah jatuh tertimpa tangga. Hari kedua kematian suaminya, istri Rais, Laili Herlina, justru tak diperbolehkan menempati rumah kontrakannya. Mereka terpaksa tinggal di rumah tua Rais, lantaran korban dianggap teroris oleh pemilik kontrakan.
Selepas kepergian suaminya, kini Laili harus menjadi orang tua tunggal demi kedua buah hatinya, Qiano Aprilia Rafasya (3) dan Siti Atayah Ramadani (5). Dengan beban di pundak­nya, wanita yang kesehariannya bekerja di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) itu  harus mengayuh biduk rumah tangganya sendiri tanpa pasangan hidup. Tubuh Laili ma­sih terkulai lemah di rumah mertuanya, Neneng (60), sambil meratapi kepergian suaminya.
Menurut ibunda Rais, Neneng, pemilik kontrakan memberi tenggat waktu tiga hari kepada keluarga almarhum Rais Karna untuk mengosongkan kontrakan tersebut.
”Rais nggak pernah nunggak bayar kontrakan setiap bulannya. Istri dan kedua anak Rais tinggal di rumah saya dulu buat sementara,” ujar Neneng.
Neneng menuturkan,pemilik kontrakan belum memberi informasi mengenai izin untuk tetap menempati kontrakan tersebut.
Hal senada dituturkan tetangga rumah Rais, Mujiono. Dia menyesalkan tindakan pemilik kontrakan yang tak lagi mengizinkan keluarga Rais menempati kontrakannya.
”Saya kaget pas dengar keluarga Rais mau diusir dari kontrakan. Rais itu orang baik, bukan teroris. Seharusnya yang punya kontrakan ngertiin, bukan malah ngusir,” ujarnya.
Sementara itu, adik korban, Rahmat (32), menganggap jika seluruh persoalan kontrakan kakak iparnya sudah selesai. Ia mengakui bila istri dan kedua anak Rais tinggal di rumah orang tuanya. Namun, ia enggan membeberkan soal sikap pemilik kontrakan yang mengusir keluarga Rais. “Masih tinggal di rumah kami. Kalau masalah dengan pemilik kontrakan memang suka ada saja,” tutupnya.

‘Bahrun Naim’ Bantah Otaki Bom Thamrin
Suara bantahan otak bom Thamrin Bahrun Naim beredar di situs berbagi audio SoundCloud, tapi belum jelas benarkah itu BN. Kemarin, rekaman suara itu diunggah akun bernama Ghostop.  Akun itu memakai foto wajah Bahrun Naim yang memakai kacamata. Durasi rekaman itu hanya enam detik. Judulnya ”Bantahan Bahrun Naim”.
”Lha, wong saya itu jarang online, dikira komunikasi, komunikasi dari Hong Kong apa?” demikian isi suara rekaman itu. Tak ada keterangan yang mengiringi rekaman itu. Konteks bantahannya pun tak dijelaskan.
Pengamat terorisme dari Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya mengenali suara itu sebagai suara Bahrun Naim. Harits pernah mengadvokasi Bahrun dalam kasus kepemilikan amunisi pada tahun 2010. ”99 Persen saya yakin itu suara BN (Bahrun Naim, red),” kata Harits.
Terpisah, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Anton Charliyan mengaku terus mengecek keaslian suara dari Bahrun Naim itu. Itu karena BN membantah sebagai dalang di balik bom Thamrin.
Kami belum bisa pastikan itu suara dia asli atau bukan. Masih diselidiki dengan identifikasi  voice. Siapa tahu ada yang memang ingin memancing di air keruh dengan suasana begini,” kata Anton, kemarin.
Anton enggan membocorkan bagaimana cara kerja identifikasi voice yang akan dilakukan Polri. Menurut dia, itu teknis dan tidak bisa dibuka di publik. ”Ini tidak bisa segera, intinya kami akan cari suara pembanding. Kami akan kerja sama dengan banyak pihak soal ini,” katanya. (rez/c/tri/feb/wan)

Loading...