e-KTP Berlaku Seumur Hidup

by -1 views

METROPOLITAN.ID – Pemberlakuan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) seumur hidup bukan isapan jempol belaka. Meski tidak tertera kata ’Seumur Hidup’ atau tertera masa berlaku di dalamnya, e-KTP tetap bisa digunakan. Kini masyarakat tak perlu lagi melakukan perpanjangan e-KTP.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan, perpanjangan e-KTP tak perlu dilakukan meski sudah mati masa berlakunya.
”Bagi Anda yang masa berlaku e-KTP-nya habis, tidak perlu mengurus perpanjangan masa berlakunya lagi,” ujar Tjahjo, kemarin. Sebab, tambah Tjahjo, e-KTP tersebut masih tetap bisa digunakan meski di dalam kolom berlaku terdapat tanggal  kedaluwarsanya.
Tjahjo juga meminta bagi warga yang belum tahu hal ini jangan mau jika dimintai uang calo ataupun oknum petugas untuk mengurus dan membuat e-KTP yang baru lagi. ”e-KTP yang sekarang di bagian masa berlakunya memang tertulis berlaku seumur hidup, namun untuk yang sudah kedaluwarsa masih sah dan tetap berlaku,” imbuhnya.
Menurut Tjahjo, masyarakat tak perlu takut dan khawatir ditolak saat menunjukkan e-KTP saat ada razia atau saat mengurus surat-surat penting di kantor/lembaga manapun.
Menteri asal PDI Perjuangan itu menyebut ketentuannya sudah diatur dalam UU Nomor 24 Tahun 2013 yang tertuang dalam Pasal 64 Ayat 7 a. “Jadi warga yang masa berlaku KTP elektroniknya habis, selama itu tidak rusak tidak usah melakukan perpanjangan. Itu berlaku seumur hidup,” tegasnya.
Hal ini harus disampaikan, mengingat beberapa kasus ada yang masih belum tahu soal aturan itu. Sehingga banyak warga yang melakukan perpanjangan e-KTP yang masa berlakunya habis dan dipunguti biaya calo atau petugas untuk membuat e-KTP baru yang tercantum masa berlaku seumur hidup.
Lebih lanjut Tjahjo juga menegaskan, pembuatan e-KTP gratis atau tidak ada pungutan biaya apa pun. Tjahjo pun meminta pejabat di bawah jemput bola dan mendatangi warga.  “Akta kelahiran dan KTP itu gratis. Kami tetap lakukan dan ingatkan, ini semua bertahap,” imbuhnya.
Menurut Tjahjo, pihaknya akan terus melakukan perbaikan. Dana juga akan dikucurkan untuk memperbaiki kualitas. ”Dana pusat juga akan kita kucurkan ke daerah untuk dapat meningkatkan kualitasnya,” ujarnya.
Meski demikian, Tjahjo Kumolo mengakui proses pembuatan e-KTP masih lambat. Ia berharap masyarakat memakluminya sebab ada masalah terkait blanko, administrasi, sumber daya manusia yang masih kurang. ”Tapi ini kedepannya akan kita perbaiki,” akunya.
Sementara itu masih ada masyarakat yang kesulitan membuat e-KTP. Bukan hanya di satu daerah tapi di banyak daerah. Hanya di beberapa daerah saja bikin e-KTP bisa cepat dan sampai ke tangan tak lebih dari satu minggu. Di beberapa daerah di Jawa Barat saja membuat e-KTP dan sampai ke tangan bisa lebih dari satu bulan. Alasan yang utama karena blanko tidak ada atau habis.
Seperti yang dialami Endang warga Jakarta. ”Saya buat e-KTP untuk anak saya, sudah setahun nggak jadi-jadi. Nggak jelas deh salah di mana. Padahal buatnya di Kota Jakarta, Penjaringan,” kata Endang. Selain Endang, warga Jakarta Utara Agus Kohar juga mengalami hal serupa. November 2015 lalu Agus membuat e-KTP, tapi tak ada kabar kapan e-KTP jadi.
”Belum jadi kalau untuk proses administrasi sudah semua termasuk foto, tinggal ambil E-KTP yang sudah jadi. Tetapi terakhir saya cek minggu lalu ke kelurahan masih belum jadi juga,” akunya.(de/er/py)

Loading...