SHARE

METROPOLITAN.ID – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan tahap uji coba electronic road pricing (ERP) di dua lokasi di Ibu Kota telah selesai dilakukan. Diperkirakan sistem jalan berbayar tersebut baru bisa diterapkan pada 2017 mendatang.

Menurut Basuki, saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta baru akan melakukan lelang yang ditargetkan selesai tahun ini. “Uji coba ERP sudah selesai. Jadi tahun ini cuma lelang, dia kan butuh persiapan pasang macam-macam bisa awal tahun 2017 berjalan,” kata Basuki di Balai Kota, Jakarta, Senin (4/1).

Untuk melakukan lelang, kata Basuki, diperlukan sedikitnya tiga perusahaan. Jika kurang dari jumlah itu, maka lelang tidak bisa dilakukan. “Jumlah kandidat saya tidak tahu, tapi biasanya syaratnya mesti tiga perusahaan,” ujar Basuki.

Lebih lanjut Basuki mengatakan, rencananya ERP akan dipasang untuk kasawan three in one. Meski demikian, dia mengakui masih ada kendala yang dihadapi nantinya seperti penegakan hukum. Sebab kendaraan yang melintas tidak hanya berasal dari DKI saja.

“Penegakan hukumnya saja bagi yang melanggar yang bukan STNK DKI, Tapi saya kira gampang ada CCTV bisa kami pantau,” ujar Basuki seperti dilansir beritajakarta.com.

Sebelumnya, uji coba ERP telah dilakukan pada pertengahan 2014 lalu, di dua lokasi berbeda. Lokasi pertama uji coba ERP dilakukan di Jalan Sudirman tepatnya mulai dari depan Gedung Panin Bank, oleh perusahaan asal Swedia, Kapsch.

Uji coba kedua dilakukan di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan yang dilakukan perusahaan asal Norwegia, yaitu Q-Free yang turut menggandeng perusahaan teknologi informatika asal Amerika Serikat IBM.(beritasatu)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY