SHARE

METROPOLITAN.ID – Anggota Front Pembela Islam (FPI) Depok terus berdatangan ke kampus Universitas Indonesia (UI) guna menolak kedatangan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dalam sebuah seminar di Pusat Studi Jepang (PSJ) UI. Organisasi Masyarakat (Ormas) ini juga meminta agar polisi membatalkan acara tersebut.
”Kami tidak sudi Dedi seminar di sini, di kampus UI yang bermartabat yang banyak orang hebat di sini,” ujar Ketua FPI Depok Ustad Agus Rahmat di Kampus UI Depok, kemarin.
Agus menilai, Dedi telah memecah belah umat Islam lantaran menyejajarkan alat musik suling dengan Alquran. Selain itu, Dedi juga dinilai telah melakukan penistaan agama. ”Dalam setiap kesempatan, Bupati Purwakarta ini belum pernah meminta maaf kepada umat Islam. Kami meminta diskusi ini dibatalkan atau berjalan tanpa Dedi,” tegasnya.  Anggota Panitia Diskusi Inspiring Leader Yopi Roy menegaskan, pihaknya sudah mengajukan izin seminar sejak lima hari lalu. Seminar tersebut dihadiri Bupati Purwakarta dan Bupati Bantaeng untuk berbagi kisah sukses. ”Acara tetap berjalan karena kami sudah berkoordinasi dengan polisi. Kami tidak memprediksi sebelumnya akan seperti ini. Kami undang Bupati Purwakarta karena telah menginspirasi, sudah membangun air mancur raksasa dan berbagi pengalaman kisah suskesnya memimpin daerah,” ungkapnya. (sdn/sal/run)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY