News, Sport and Lifestyle

Ganja 800 Kilo Gram Berhasil Diamankan BNN Sebelum Beredar di Jakarta

METROPOLITAN.ID | JAKARTA – Aparat BNN mengamankan satu unit truk bermuatan 800 kilo gram ganja di Jalan Raya Depan Kantor Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Pematang Panggang, Sumatera Selatan, Rabu (9/12/2015).

Kepala Bagian Humas BNN, Kombes Pol Slamet Pribadi, mengatakan ganja ini berasal dari Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).

Rencananya, ganja itu akan dibawa ke DKI Jakarta untuk dipergunakan pada saat malam pergantian tahun.

“Belum sempat sampai di Jakarta, truk bermuatan ganja ini diamankan petugas BNN di Jalan Raya Depan Kantor UPPKB Pematang Panggang-Jl Mesuji Oki, Sumatera Selatan,” kata dia kepada wartawan ditemui di kantor BNN, Kamis (7/1/2016).

Truk dikendarai AP (58) dan didampingi AM (35).

Seorang pengendali memerintahkan AP mengambil sebuah mobil di kawasan Aceh Timur untuk selanjutnya mengangkut ganja yang berada di NAD pada Jumat (4/12/2015).

Setiba di NAD pada Sabtu (5/12/2015), AP diperintahkan untuk mengambil sebuah truk yang terpakir di depan tempat cucian mobil di kawasan Perla Kota.

Setiba di tempat itu, AP dan AM, memindahkan ganja seberat 824.579,1 gram atau 824 kilo gram yang telah diambil di Banda Aceh, ke dalam truk dan meninggalkan mobil di sebuah rumah makan.

Kemudian, mereka membawa ganja berisi truk itu menuju Jakarta melalui jalur darat.

Tumpukan ganja diletakkan di lantai bak truk dan ditumpuk lagi dengan kayu-kayu.

Lalu, mereka tertangkap di Jalan Raya Depan Kantor UPPKB Pematang Panggang-Jl Mesuji Oki, Sumatera Selatan.

Dari hasil pemeriksaan diketahui, AP diperintahkan oleh seseorang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Dia diiming-imingi uang senilai Rp 30 juta, namun baru diterima sebanyak Rp 20 juta.

Sedangkan AM, dijanjikan upah senilai Rp 3 juta oleh AP.

“Ganja asal Aceh mau dibawa ke Jakarta. Di sana masih ada ladang dan kebun ganja,” kata Slamet.

Untuk sementara, mereka mendekam di ruang tahanan BNN.

Atas perbuatan itu, mereka dijerat Pasal 114 ayat (2), juncto Pasal 132 ayat (1) dan atau Pasal 111 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup dan hukuman maksimal berupa hukuman mati.(TN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *