News, Sport and Lifestyle

Gara-gara Facebook, Rumah Tanggaku Berantakan (Habis)

METROPOLITAN.ID – Hubunganku dengan Salam, lelaki yang kukenal dari facebook semakin dekat. Aku sering berfoya-foya dengannya di luar sepengetahuan suamiku. Aku pun tetap melayani suamiku sebagaimana tugas sang istri.

SETELAH jalan bareng dengan Salam dua bulan, aku tak mampu menolak ajakan Salam untuk bertemu di hotel. Saat itu Salam ternyata sudah mem-booking satu kamar di salah satu hotel berbintang.
Sekitar pukul 11:00 WIB, aku datang menemuinya di kamar itu. Setelah kami berbincang-bincang selama beberapa menit, aku tak kuasa ketika Salam memeluk tubuhku. Akhirnya aku terjebak dan rela melakukan hubungan suami-istri dengan pria yang bukan suamiku sendiri.
Sejak peristiwa itu, kami sering melakukannya dari satu hotel ke hotel yang lain. Aku begitu menikmati kehidupanku ini. Namun setiap hari hatiku berteriak. Aku tidak rela mengkhianati suamiku yang sudah memberiku tiga anak. Apalagi, ia begitu baik dan begitu mempercayaiku. Ia juga sangat disenangi keluargaku.
Aku ingin lepas dari kehidupan Salam yang harus kuakui telah memberi warna baru dalam hidupku. Ia mengaku tulus mencintaiku. Di depanku juga ia mengaku berdosa telah mengkhianati istrinya. Tapi, ia tak bisa meninggalkanku. Bulan berganti bulan, kehidupanku tidak ada yang berubah. Aku dan Salam masih tetap jalan bareng. Bahkan, aku semakin takut kehilangannya. Namun, peribahasa yang mengatakan, ”sepandai- pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga” telah terbukti kepada diriku.
Sepandai-pandainya aku menyembunyikan hubunganku dengan Salam, akhirnya ketahuan juga oleh suamiku. Aku ketahuan selingkuh setelah suamiku membaca pesan Salam yang berisi kata-kata mesra. Ia memaksa aku untuk mengaku. Aku saat itu tak bisa berbuat apa-apa. Apalagi, suamiku langsung menghubungi nomor ponsel Salam. Awalnya Salam membantah dan mengatakan bahwa ia dan diriku hanya berteman.
Namun setelah diancam suamiku, Salam mengakuinya dan meminta maaf. Namun, suamiku terlanjur sakit. Ia langsung menceraikanku. Saat ini aku dan Rudi masih tahap perceraian. Dalam doaku, aku memohon ampunan-Nya. Selama ini aku telah menyia-nyiakan orang yang mencintaiku. Suami, anak dan keluargaku. Aku ikhlas menerima ini semua atas konsekuensi dari perbuatanku sendiri. Namun, aku masih tetap berharap untuk kembali bersama Rudi dan akan aku buktikan untuk menjadi istri yang baik. (*/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *