News, Sport and Lifestyle

Gara-Gara Insiden Kacang, Korsel Revisi UU Penerbangan

METROPOLITAN.ID | Seoul: Korea Selatan menerapkan aturan terbaru di dunia penerbangan setelah terjadinya ‘insiden kacang’ pada 2014, yang dinilai telah mencoreng nama Korsel di mata dunia. ‘Insiden kacang’ merujuk pada kemarahan tak terkendali anak perempuan dari bos maskapai Korean Air dalam sebuah penerbangan komersil. Ketika itu, Cho Hyun-ah marah-marah karena diberi kacang macadamia dalam plastik, bukan di piring. Revisi Undang-Undang Penerbangan Korsel ini akan menerapkan hukuman yang lebih keras terhadap penumpang pesawat yang tidak mau mematuhi aturan dalam perjalanan udara. “Perubahan hukum ini merefleksikan dorongan publik untuk keamanan penerbangan yang lebih baik dan pencegahan terhadap terulangnya perilaku tak pantas terkait insiden kacang Korean Air,” ucap Kementerian Transportasi Korsel dalam konferensi pers di Seoul, seperti dilansir AFP, Selasa (19/1/2016). Di bawah hukum baru, siapapun yang mengganggu pilot dalam penerbangan, dapat dijerat hukuman lima tahun penjara atau denda 50 juta won. Dalam hukum sebelumnya, pelanggaran serupa hanya menerapkan denda 5 juta won tanpa ada hukuman penjara. Cho, 41, dihukum lima bulan penjara sebelum akhirnya dibebaskan pada Mei tahun lalu, setelah nota keberatannya diterima pengadilan. Cho adalah anak bos Korean Air, yang juga menjabat posisi penting di maskapai itu. Karena kemarahannya atas kacang, penerbangan dari New York menuju Seoul tertunda, sesaat sebelum lepas landas. Cho meminta pesawat diputar balik agar pramugari yang memberikannya kacang dalam plastik dapat diusir.(Metrotvnews.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *