SHARE

METROPOLITAN.ID – Berawal dari melihat sang ayah sering bermain tenis, Shafira Restu Pranindya (13) yang saat itu berusia enam tahun sangat tertarik dan kerap memainkan raket walaupun untuk ukuran dewasa. Eko Prabowo pun kaget ketika pertama melihat putri sulungnya itu sangat lincah dalam melangkah dan memainkan raket. Sehingga pria yang menjabat sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor itu percaya bahwa anaknya memiliki bakat bermain tenis.Karena mempunyai bakat dalam bermain tenis, Shafira ikut dalam grup tenis. Namun tidak lama, hanya beberapa bulan saja. Setelah itu ia belajar sendiri. Kian hari permainannya semakain bagus. Hal itu membuat sang ayah semakin yakin bahwa anaknya di kemudian hari bakal menjadi atlet tenis. “Karena sudah mulai senang bermain tenis, maka hobi saya itu terus dilanjutkan,” ujar Shafira saat dikonfirmasi Metropolitan, kemarin.Seteleh mempunyai dasar bermain tenis, Shafira pun mengikuti beberapa kejuaran dan mewakili sekolahnya serta tim Kota Bogor. Bahkan ketika dirinya baru duduk di bangku Sekolah Dasar, ia sudah menyumbang beberapa piala bagi sekolahnya. “Sudah enam tahun untuk mewakili sekolah dalam bertanding dan semuanya mendapat juara,” terangnya.Setelah berkembang tumbuh besar dan duduk di bangku kelas dua SMP, bakat Shafira pun semakin terlihat. Shafira meraih juara satu untuk kelas junior. “Kemarin baru bertanding dengan orang India di final dan Alhamdulillah saya menang dalam pertandingan tersebut dan dapat menyumbangkan piala lagi buat sekolah dan Kota Bogor,” paparnya.Untuk mengasah bakatnya, Shafira pun sering berlatih. Bahkan setiap hari Shafira bisa menghabiskan dua jam untuk berlatih tenis. “Jadwal latihan sangat padat. Karena ketika latihan setidaknya bisa menghabiskan dua sampai tiga jam,” katanya.Mempunyai bakat hebat, membuat sejumlah kota-kota melirik Shafira. Bahkan Kota Bandung Barat menawari Shafira untuk mewakilinya dalam Pekan Olahraga Daerah (Porda) 2018 mendatang. Namun, hal tersebut masih dipikirkan sang ayah. “Sudah banyak yang menawari Shafira untuk mewakili kota lain dalam Porda, namun saya masih pertimbangkan. Tetapi jika KONI Kota Bogor tidak bisa memfasilitasi Shafira untuk mengembangkan bakatnya, terpaksa tawaran yang bisa membuat Shafira diambil,” jelas Eko menimpali pembicaraan.Seperti teman-teman sebaya lainnya, Shafira mempunyai cita-cita ingin menjadi seperti sang ayah yakni menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS). “Dulu dia pernah bercerita ingin menjadi PNS seperti saya. Ia pun mempunyai pengetahuan yang sangat baik. Insya Allah ia akan saya arahkan untuk masuk ke Akademi Polisi,” pungkas Eko. (mam/b/ram/wan)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY