News, Sport and Lifestyle

Garuda Gagal ‘Take Off’

METROPOLITAN.ID – Pesawat Garuda Indonesia, GA-197 tujuan Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, penerbangan pukul 10.28 WIB tiba-tiba gagal lepas landas (take off) di Kualanamu International Airport (KNIA), Selasa (5/1).

Pasalnya, lubang speed pesawat maskapai plat merah itu dikabarkan dimasuki serangga jenis lembing saat akan take off di landasan pacu (runway).

Peristiwa mendadak ini membuat penumpang ketakutan, bahkan gaduh di dalam kabin. Tetapi karena pihak pramugari dan kru pesawat bisa memberikan pemahaman, kondisi ini tidak meluas dan akhirnya para penumpang kembali dikeluarkan dari pesawat, seterusnya diistirahatkan di ruang tunggu bandara.

 Salah seorang penumpang, Gulo, warga Bogor yang dikonfirmasi Analisa, menyebutkan, waktu kejadian posisi pesawat sudah melaju dan standby terbang di runway. Tetapi saat pertengahan landasan mendadak berhenti.

“Perasaan kami pilot tiba-tiba seperti rem mendadak, terus pesawat berbalik arah ke area parkir,” ujar Gulo.

Penumpang waktu itu bertanya-tanya kenapa bisa terjadi. Pramugari menyatakan ada kesalahan teknis. Kemudian setelah keluar dari pesawat terdengar macam-macam pendapat, ada yang menyebutkan kerusakan pesawat karena dimasuki serangga jenis tawon, ada juga yang bilang jenis lembing.

Gulo mengaku, sewaktu kejadian dia ketakutan, apa lagi kejadiannya mendadak. ”Perasaan di dalam menakutkan, sebagian ada yang berteriak saat kejadian. Setelah kami dikeluarkan, sekira ada dua jam, kami disuruh kembali boarding, tapi saya putuskan tidak terbang, memilih pengembalian tiket karena masih trauma dengan kejadian itu. Saya masih takut, lebih baik isitirahat dululah semalam di Medan menghilangkan rasa takut,” ujarnya.

Hal senada disampaikan penumpang lain, Laraso, warga Jakarta, yang duduk di bagian belakang. Perasaannya waktu kejadian seperti rem mendadak, padahal awalnya waktu mau take off berjalan normal. Tetapi tiba-tiba saat melaju kencang di runway, terjadi rem mendadak. Tak mau lagi menaiki pesawat itu, masih takut, lebih baik menunggu penerbangan besok,” katanya.

Dia mengaku kecewa pada maskapai Garuda. Padahal, dia memilih maskapai itu agar lebih aman dan nyaman dalam penerbangan tetapi sebaliknya.

“Sudah mau siap terbang tiba-tiba berhenti mendadak apa tidak trauma? Di samping itu, waktu kejadian, tak ada penjelasan yang pasti terkait peristiwa itu. Begitu juga pelayanan yang diberikan, hanya diberikan snack padahal kejadian itu mengkhawatirkan, bahkan kami juga sudah menuggu lama sejak pukul 10.28-14.30 WIB,” ujarnya.

Petugas konter check in Garuda Indonesia lantai III yang enggan disebut jatidirinya ketika dikonfirmasi mengaku, pesawat ada kendala teknis sehingga gagal take off.

Ditanya apakah gagal karena dimasuki serangga, dia tidak memungkiri. ”Persisnya saya tidak tahu tetapi infonya demikian,” ujarnya.

“Namun seluruh penumpang sudah ditangani dengan baik. Yang memilih refund dipersilakan, dan memilih terbang berikutnya juga sudah ditangani. Ada yang mau terbang, ada juga penumpang yang tidak mau, kami persilakan bagaimana baiknya menurut penumpang. Pastinya sudah ditangani,” sebutnya.

Vice President Corporate Communication Garuda Indonesia, Benny S Butarbutar di Jakarta, yang dikonfirmasi via WhatsApp menjelaskan, kronologi pesawat Garuda GA 197 tujuan KNO-Jakarta. Pertama, jadwal keberangkatan dari Medan pukul 10.10 WIB. Namun saat proses pushback (ditarik dari apron) diketahui mengalami kendala gangguan pada fungsi komputer yang terkait ke mesin.

Saat itu pesawat belum take off. Kedua, menurutnya pilot mengetahui ada kejanggalan saat menyalakan semua fungsi panel yang ada di cockpit pesawat sebagai prosedur safety, berupa pengecekan akhir fungsi mesin pesawat sebelum take off. Ketiga, penumpang diturunkan sambil menunggu perbaikan. Keempat, pukul 14.18 WIB pesawat sudah kembali terbang.

Sementara Kepala Otoritas KNIA, Herson yang dikonfirmasi wartawan, membenarkan pesawat maskapai Garuda Indonesia gagal take off di KNIA. Hasil informasi yang disampaikan kepada pihaknya sebagai regulator ada kendala di bagian lubang speed pesawat dimasuki serangga jenis lembing sehingga gagal take off.

“Lubang speed-nya sudah dibersihkan dengan cara disedot petugas dan pesawatnya tidak ada kendala, saat ini sudah proses boarding pass untuk terbang,” ujarnya.

Laporan awal baru seperti itu, selanjutnya akan diselidiki. Apakah ada hal-hal lain sehingga pesawat gagal take off, kata Herson. ManagerAirport Duty AP II KNIA, Ufnizar yang dikonfirmasi menjelaskan, sebagai pengelola bandara sejauh ini belum ada keributan penumpang terkait peristiwa gagal take off itu.

“Kami memang mendapat laporannya, tetapi sejauh ini masih aman dan normal. Hasil pengamatan kami, penumpang juga sudah ditangani dan pesawatnya sudah mau terbang,” imbuhnya.(ald)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *