SHARE

METROPOLITAN.ID | Jakarta – Untuk mengembangkan peternakan sapi lokal di Indonesia, Kementerian Pertanian (Kemtan) menyiapkan lahan seluas 1 hektare. Diharapkan, tahun depan, Indonesia sudah bisa melakukan ekspor daging sapi.Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, memberikan apresiasi terhadap Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang telah menghasilkan bibit sapi lokal unggul.Dengan begitu, bibit sapi lokal tersebut akan dikembangbiakan di lahan peternakan sapi yang telah disiapkan untuk dikembangkan tahun ini.”Kami sudah siapkan lahan seluas 2 juta hektare. Pembagiannya, satu juta hektare digunakan untuk pengembangbiakan sapi lokal. Kemudian masing-masing 500 ribu hektare digunakan untuk jagung dan gula. Kami sudah menandatangani Surat Keputusan Bersama (SKB) dengan Kementerian Perhutanan dan Badan Pertanahan Nasional (BPN),” kata Andi dalam kunjungan kerja ke peternakan sapi PT Karya Anugerah Rumpin (KAR) di Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (7/1).Tidak hanya itu, pihaknya juga telah mendapatkan alokasi anggaran untuk peternakan sebesar Rp 2,8 triliun. Anggaran ini akan dimanfaatkan untuk membangun peternakan sapi lokal di Indonesia. Sehingga, Indonesia bisa melakukan swasembada sapi dan tidak bergantung pada sapi impor.”Kami berterima kasih atas kreatifitas anak bangsa ini. dimana sapi murni lokal ini beratnya bisa mencapai 700-800 kg. Ini setara dengan bobot satu limousine atau sapi Brahman. Artinya apa, kita bisa memproduksi dalam negeri sapi lokal,” ujarnya.Dia juga mengapresiasi Kemristekdikti dan LIPI yang mampu mensuplai semen beku (sperma sapi jantan) mencapai 100 ribu semen beku per bulan atau 1,2 juta semen beku setahun.Kemtan sendiri sudah mampu menghasilkan semen beku sapi tetapi silang dengan sapi Brahman sebanyak 6-8 juta. Untuk tahun ini, pihaknya sudah membagikan tiga juga semen beku sapi silang, dan tahun lalu sebanyak 3,8 juta semen beku secara gratis untuk rakyat Indonesia.(BS)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY