SHARE

METROPOLITAN.ID –  Jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017 mendatang, Partai Gerindra telah menyiapkan delapan nama untuk melawan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Satu di antara delapan nama itu adalah Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah. Lalu bagaimana Gerindra bisa memasukkan nama Saefullah sebagai tokoh yang ikut penjaringan?
“Itu muncul dari masyarakat saja, kan ada dari dalam dan dari eksekutif. Muncul eksekutifnya dia,” kata Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik. Setelah itu, saat rapat bersama 750 kader Gerindra di GOR Senen, Jakarta Pusat, Minggu (27/12) lalu, nama Saefullah dikukuhkan masuk seleksi. Nantinya delapan nama itu akan dimintai pendapat internal juga masyarakat.
“Mereka harus melakukan kegiatan di masyarakat. Nama-nama itu diundang semua. Saya kan nggak boleh menafikan suara masyarakat, nanti saya disalahin. Nama Anda terjaring suara masyarakat. Kalau dia bilang nggak ya nggak diteruskan,” tandasnya.
Selain itu, menurut dia, delapan nama tersebut akan melalui serangkaian tes internal partai. Lalu, akan diterjunkan ke masyarakat untuk melihat kinerja dan pendapat masyarakat. Terakhir, DPP Partai Gerindra akan memberikan penilaian dan mengerucutkan delapan nama tersebut menjadi tiga kandidat.
“Mungkin sekitar Maret atau April baru kita tanya lagi. Dari delapan itu kan pasti menciut. Kita buat tiga nama. Kayak yang jauh Ridwan Kamil kita kasih tahu,” ungkap Taufik. “Kalau saya nggak munculkan, masyarakat komplain. Kita kasih tahu nih Anda terjaring mau nggak. Kalau mau lakukan kegiatan sosial di masyarakat,” katanya.
Sekadar diketahui, selain Saefullah, tujuh nama lainnya yang muncul yakni Sekretaris Jenderal Ahmad Muzani, Wakil Ketua Dewan Pembina Sandiaga Uno, anggota DPR RI Biem Benjamin, anggota DPRD DKI Mohamad Sanusi, Walikota Bandung Ridwan Kamil, mantan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Syamsuddin dan Taufik sendiri. (mer/suf/py)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY