SHARE

METROPOLITAN.ID | Yogyakarta- Pelaksanaan gladi Kirab Ageng Jumeneng Dalem Paku Alam (PA) X Minggu (3/1) berlangsung meriah. Sedikitnya 500 orang yang terdiri dari petugas operasional kereta dan panitia pengamanan jalur kirab kompak berjalan beriringan sepanjang empat kilometer mengawal lima kereta pusaka Kadipaten Pakualaman. Turut serta di antaranya kerabat Kasultanan Yogyakarta GBPH Yudaningrat dan kerabat Kadipaten Pakualaman KPH Indrokusumo, BPH Hario Danardono dan KRMT Roy Suryo. Kelima kereta yang ikut dalam gladi tersebut adalah Kyai Manik Kumolo, Kyai Rejo Pawoko (ampilan dalem), Kyai Jaladara, Nyai Roro Kumenyar, dan Kyai Brojonolo. Rangkaian kereta ini ditarik total sebanyak 30 ekor kuda. Khusus kereta Kyai Manik Kumala ditarik enam ekor kuda warna putih. Kereta Kyai Manik Brojo tidak diikutsertakan lantaran ada kendala dalam pemasangan besi pengait. Adapun Kereta Jaladara, kereta baru yang rampung diproduksi Desember lalu, masih di bengkel Balai Latihan Pendidikan Teknik BLPT DIY. Kereta ini nantinya dipergunakan sebagai kereta dinas Adipati Arya Paku Alam. Seperti rilis yang dikirim ke redaksi, masyarakat yang dilalui rute kirab dan para pengguna jalan tampak antusias kenyaksikan rangkaian kereta pusaka. Hal ini dapat dimaklumi lantaran kereta-kereta pusaka ini praktis hanya keluar saat hajat dalem yang sangat khusus seperti acara jumeneng dalem kali ini. Menurut Ketua Panitia Gladi Kirab, Hasto Prakosa, acara ini berlangsung singkat hanya makan waktu 60 menit. Rute yang ditempuh adalah jalan Sultan Agung, Gajahmada, Bausasran, Gayam, Cendana, Kusumanegara, Sultan Agung dan kembali ke Kadipaten Pakualaman. Namun, saat pelaksanaan nanti diperkirakan waktu tempuh lebih lama mengingat panjangnya rangkaian peserta dan besarnya animo masyarakat untuk menyaksikan di jalur jalan rute kirab. Rencana sebagai rangkaian pembuka adalah empat ekor gajah koleksi KB. Gembira Loka, prajurit Lombok Abang dan ditutup prajurit Plangkir dan kavaleri.(bBERSAT)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY