SHARE

METROPOLITAN.ID | Bekasi – Anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menggunakan kendaraan angkutan perkotaan (Angkot) untuk membekuk terduga teroris Edo, 28 tahun. Angkot tersebut digunakan untuk menunggu terduga teroris keluar dari kediamannya.Tiga personel Densus 88 menunggu di dalam angkot 11A jurusan Rawalumbu-Terminal Induk Kota Bekasi, yang terparkir di pinggir jalan,sekitar 20 meter dari rumah terduga teroris. Hal ini dilakukan agar tidak mencurigai pergerakan tim Densus 88 Antiteror yang sedang mengincar sasarannya.Pernyataan itu diungkapkan oleh warga yang bernama Boy Napitupulu, 30 tahun. Pria yang bekerja sebagai sopir angkot 11A itu, menuturkan, di sekitar lokasi penggerebekan memang terdapat pool angkot 11A.”Anggota Densus menyewa angkot teman kami sejak pukul 10.00 WIB. Lalu diminta memutari di depan rumahnya (terduga teroris). Setelah memutar, lalu angkot berhenti di depan gang rumahnya,” kata Boy, Jumat (15/1) di lokasi penggerebekan, Jalan Topas Raya Nomor 17 RT 01/RW 39, Kelurahan Bojong Rawalumbu dan Kecamatan Rawa Lumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat.Dia mengatakan, anggota Densus 88 Antiteror tidak menggerebek ke dalam rumah Edo, namun menunggu di depan gang, di dalam angkot 11A, sejak pukul 10.00 WIB tadi.”Setelah salat Jumat, kemudian pelaku keluar. Dan langsung dibekuk tim Densus tanpa perlawanan,” katanyaMenurutnya, saat itu terduga teroris tidak menunaikan salat Jumat. Karena penangkapan dilakukan setelah jam 13.15 WIB, usai jam salat Jumat”Biasanya dia (Edo) salat Jumat ke masjid namun hari ini sepertinya tidak keluar rumah untuk salat,” sambung Rita, 35 tahun, pemilik warung yang tidak jauh dari lokasi penangkapan.Setelah anggota Densus 88 menangkap Edo, kemudian tim Densus 88 yang sudah menunggu di dalam mobil Elf meluncur mendekati mobil angkot 11A, bergabung dengan tim yang bertugas melakukan penangkapan.”Pelaku dibawa ke dalam mobil Elf yang sudah terparkir sekitar 20 meter dari lokasi penangkapan,” kata Boy.Rita dan Boy memastikan, penangkapan terhadap terduga teroris di lokasi tersebut hanya satu orang yakni Edo Aliando. Sementara istrinya, Nuri, 20 tahun, dan seorang anaknya yang berumur 3 tahun, telah pergi, sehari sebelum penggerebekan.Tidak lama berselang setelah melakukan penangkapan terhadap Edo, anggota Densus 88 Antiteror membawanya dan meninggalkan lokasi. Tim ini kemudian melakukan penggerebekan di lokasi kedua yakni di Mustikajaya, berjarak sekitar 5 kilometer.Di lokasi penggerebekan pertama ini, ratusan warga sekitar mendatangi tempat tinggal terduga teroris, Edo.Anggota Polda Metro Jaya memasang garis polisi di sekitar lokasi penangkapan di Jalan Topas Raya, Rawalumbu, sekitar pukul 15.40 WIB.Sementara itu, Resa, 30 tahun, warga tinggal di rumah kontrakan dekat terduga teroris mengatakan, Edo memiliki usaha jual-beli laptop, handphone, jual pulsa dan token listrik. Namun lokasi dia tidak mengetahuinya.Menurutnya, ciri-ciri laki-laki terduga teroris tersebut memiliki jenggot tipis dan jarang bersosialisasi dengan warga sekitar. Sedangkan istrinya, Nuri, mengenakan cadar di wajahnya.”Orangnya tertutup. Tapi kalau disapa, dia merespon balik,” kata Resa.Selebihnya, kata dia, warga sekitar tidak mengetahuinya karena Edo dan keluarganya baru menempati kontrakan tersebut sekitar November tahun lalu.(beritasatu.com)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY