SHARE

METROPOLITAN.ID | NANGGUNG – Pasca-penertiban Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) oleh Tim Gabungan Polres Bogor belum lama  ini,  Kapolres Bogor AKBP Suyudi Ario Seto menggelar apel gabungan antara polri, TNI, muspika dan karyawan PT Antam Tbk di halaman Kantor PT Antam, Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, kemarin.
Suyudi mengatakan, untuk meningkatkan kinerja dan kesadaran hukum dalam mengimplementasikannya terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara harus dilakukan pembinaan keluarga terhadap kesadaran hukumnya. “Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat diharapkan sadar hukum,” katanya.
Ia menjelaskan, PT Antam merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bogor. Oleh karena itu, tugas kepolisian adalah menjaga, mengelola dan mengamankan kondisi di area PT Antam tbk agar jangan dirusak pihak atau oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Selama 20 tahun PT Antam digerogoti para gurandil. Akibatnya, masyarakat yang menggunakan air Sungai Cikaniki menjadi korban tingkah laku gurandil yang merugikan negara. Jadi, 2016 ini harus lebih baik dalam menjaga BUMD,” tuturnya.
Sementara itu, General Manager PT Antam Pongkor I Gede Gunawan mengatakan, ini merupakan salah satu bentuk sinergi antara PT Antam dengan polri dan TNI dalam menjaga komitmen untuk mengawasi kondisi keamanan di Gunungpongkor. Dengan adanya kejadian ini, PT Antam harus berkoordinasi dengan polri. Salah satunya dengan memiliki control room.
“Dengan luas wilayah PT Antam, tentu pengamanan harus ditingkatkan, seperti di enam akses titik rawan masuknya gurandil akan dilakukan pengamanan dengan CCTV,” pungkasnya. (ads/b/yok/py)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY