SHARE

METROPOLITAN.ID | PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengumumkan, perubahan tarif kereta per 1 Januari 2016. Penyesuaian ini ditetapkan pasca penandatanganan kontrak atas kewajiban layanan Rp 1,8 triliun di 2016. Dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (31/12/2015), Wakil Presiden Hubungan Publik PT KAI Agus Komarudin menyebutkan sejumlah perubahan atas tarif kereta itu. Untuk tarif kereta ekonomi lokal Cibatuan (Purwakarta-Cibatu) naik dari Rp 6.000 menjadi Rp8.000, kereta Sibinuang (Padang-Pariaman) naik dari Rp 4.000 menjadi Rp 5.000, Pangrango Ekonomi (Cianjur-Sukabumi) naik dari Rp 10.000 menjadi Rp 13.000, dan KRD Surabaya Kota-Porong dari naik dari Rp 4.000 menjadi Rp 5.000. Sedangkan Tarif KRD Lokal (Sidoarjo-Surabaya Pasar Turi-Bojonegoro) naik dari Rp 5.000 menjadi Rp 6.000, KRD Lokal (Sidoarjo-Bojonegoro) dari Rp 10.000 menjadi Ro12.000, Komuter Surabaya Pasar Turi-Lamongan naik dari Rp 4.000 menjadi Rp 5.000 dan Komuter Surabaya-Sidoarjo naik dari Rp 4.000 menjadi Rp 5.000. Untuk tarif kereta rel listrik (KRL) ditetapkan berdasarkan jarak tempuh dengan tarif jarak 0 sampai dengan 25 kilometer pertama, naik dari Rp 2.000 menjadi Rp3.000 per 1 Oktober 2016. “Kelas eksekutif pada KA Pangrango mulai 1 Januari 2016 ditiadakan. Penumpang yang telah membeli kelas eksekutif pada KA Pangrango, maka dialokasikan pada kelas ekonomi dan selisih bea akan dikembalikan kepada penumpang,” kata Agus. Dalam hal ini, kata Agus, PT KAI akan mengembalikan selisih tarif kepada calon penumpang yang telah membeli tiket kereta-kereta yang tarifnya berubah sesuai ketentuan. “Bagi calon penumpang yang memesan tiket dengan tarif lebih mahal dari harga setelah adanya perubahan tarif, uang selisih akan dikembalikan kepada peumpang tersebut di stasiun pemberhentian dengan cara menunjukkan tiket,” kata Agus. Jika harga tiket saat pemesanan lebih murah dari harga tiket setelah perubahan tarif, lanjut Agus, calon penumpang tidak akan dikenai biaya tambahan.

Tarif Tujuh Kereta Turun
Agus menjelaskan, tarif tujuh kereta turun, karena mendapat jatah subsidi, termasuk Kereta Api (KA) Tegal Ekspress, yang tarifnya semula Rp 80.000 menjadi Rp50.000. Selain itu, KA Maharani tarifnya berubah dari Rp 80.000 turun menjadi Rp50.000, KA Sri Lelawangsa tarifnya melorot dari Rp10.000 menjadi Rp5.000, dan KA Kedungsepur semula Rp20.000 menjadi Rp10.000. Tarif KRD Way Umpuh turun menjadi Rp10.000,KA Purbowangi menjadi Rp 32.000 dan KA Rangkasjaya turun menjadi Rp15.000. Namun ada beberapa kereta yang tidak lagi disubsidi pada 1 April 2016 karena biaya operasi lebih rendah dari tarif yang ditetapkan oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan. Kereta yang tidak lagi mendapat subsidi di antaranya KA Kertajaya (Pasar Senen-Surabaya Pasar Turi), KA Kutojaya Utara (Pasar Senen-Cirebon-Kutoarjo), KA Progro (Lempuyangan-Pasar Senen), KA Tawang Jaya (Semarang Poncol-Pasar Senen) dan KA Tegal Arum (Tegal-Pasar Senen). Pemerintah menggelontorkan dana kewajiban pelayanan publik (subsidi) untuk kereta kelas ekonomi pada 2016 Rp 1,8 triliun, naik 20% di banding 2015. Dana itu dialokasikan untuk subsidi kereta jarak jauh Rp 105 miliar, kereta jarak sedang Rp 133 miliar, kereta jarak dekat Rp409 miliar, KRD Rp66 triliun, kereta Lebaran Rp1,4 miliar dan kereta rel listrik Rp1,1 triliun. (beritajatim)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY