SHARE

METROPOLITAN.ID | BOGOR – Hari ini (8/1) Surat Keputusan (SK) Walikota Bogor tentang pemberian tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah (Kepsek) dan pengawas, dibagikan di SDN Bojongkerta, Kecamatan Bogor Selatan. Ini dilakukan setelah tim verifikasi selesai memeriksa laporan keuangan, Sarana Prasara (Sarpras), inventarisasi dan buku induk siswa, kemarin.
Menurut rencana, sebelum SK dibagikan, para kepsek dan pengawas akan menanam sejumlah pohon di lingkungan SDN Bojongkerta. ”Tapi saya belum tahu kalau walikota yang akan menyerahkannya,” ujar Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Bogor Taufan Hermawan kepada Metropolitan, di SDN Kedungbadak IV, Kecamatan Tanahsareal, kemarin.
Hal ini juga dibenarkan Sekretaris Dinas (Sekdis) Pendidikan Kota Bogor Fahrudin. Katanya, pemberian tersebut dilakukan setelah tim verifikasi selesai memeriksa kepsek yang terkena mutasi dan dikembalikan menjadi guru. ”Terakhir hari ini, (Kamis, red). Yang diperiksa yaitu kepsek di dua Kecamatan, Tanahsareal dan Bogor Tengah,” ujarnya.
Menurut Fahmi, panggilan akrab Fahrudin, pemeriksaan tersebut merupakan hal yang sudah biasa dilakukan. ”Setiap kepsek yang terkena mutasi, akan membuat laporan pertanggungjawaban selama mereka menjadi kepsek. Sehingga, dikemudian hari tidak menjadi masalah bagi kepsek yang baru,” katanya.
Dia juga menjelaskan, para guru yang menerima SK itu sebanyak 107 orang. Yang dipromosikan ada 49 guru dan diberi tugas tambahan sebagai kepsek. Sedangkan yang dikembalikan menjadi guru, sebanyak delapan orang dan sembilan orang mantan kepsek menjadi pengawas Sekolah Dasar (SD).
Diberitakan, akhirnya Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, melakukan periodesasi, mutasi dan pemberian tugas tambahan guru menjadi kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN). Bahkan tidak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai 107 orang. Di antaranya delapan kembali menjadi guru, sembilan menjadi pengawas dan 49 guru menjadi kepsek.
”SK mereka (kepsek dan pengawas, red) dari Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto sudah terbit pada tanggal 21 Desember 2015 lalu dan baru diambil dari Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Bogor 31 Desember lalu. Bahkan, sore harinya langsung kita bacakan kepada penerima SK di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 5, Jalan Dadali, Kecamatan Tanahsareal,” tandasnya ketika dihubungi Metropolitan. (tur/ar/ram/run)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY