SHARE

METROPOLITAN.ID | BOGOR – Pendaftaran calon direksi Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) Kota Bogor sudah memasuki hari kedua sejak dibuka pada Senin (11/1) lalu. Namun, hingga kemarin belum ada yang daftar untuk menjadi calon direksi yang mengelola bus TransPakuan itu. Padahal, pembukaan pendaftaran sampai 16 Januari 2015. Untuk terpilih menjadi direksi PDJT, setidaknya minimal harus ada tiga calon yang mendaftar. Setelah itu, ketiga calon tersebut akan mengikuti fit and proper test.
Badan Pengawas (BP) PDJT Kota Bogor Tri Irijanto menjelaskan, Surat Keputusan (SK) Walikota kaitan direksi tunggal sudah dikeluarkan. Pemilihan direksi itu dilakukan berdasarkan rekomendasi BP PDJT dilihat dari kondisi keuangan. ”Berdasarkan masukan dari BP, kita ingin polanya diisi satu direksi. Kita sudah sampaikan ke pak wali, daripada kita paksakan tiga ternyata kondisi keuangan tak mencukupi dan membayar gaji direksi tidak cukup,” ujar Tri kepada Metropolitan, kemarin.
Tri mengatakan, laporan hasil pansel akan ada tiga calon direksi yang direkomendasikan kepada Walikota Bogor. Mereka dipilih berdasarkan hasil seleksi dan persetujuan dari walikota. “Target kita 25 Januari sudah bisa dilakukan pelantikan. Satu direksi yang terpilih dibantu tiga Kepala Bagian (Kabag). Di antaranya Kabag Operasional, Kabag Umum dan Kabag SPI yang melakukan pengawasan usaha serta operasional,” terangya. “Siapa pun bisa mendaftar, asalkan bisa memenuhi syarat dan lolos di tahapan seleksi. Kita juga sudah siapkan strukturnya PDJT dengan kondisi yang baru,” paparnya.
Bakal diistirahatkannya sejumlah pegawai yang ada di PDJT, dibantah Tri. Menurut dia, para pegawai di PDJT akan diberhentikan sementara setelah ada pemilihan direksi yang baru.
“Para pegawai itu masih dipertahankan dan mereka masih berjalan. Jadi tidak ada yang dirumahkan. Dengan gaji terbatas mereka tetap masih eksis, jadi untuk pemberhentian itu tergantung pada karyawannya,” katanya.
Tri menuturkan, pansel yang dibentuk pemkot akan mulai bekerja melakukan tahapan seleksi. Pansel itu pun terdiri dari Ketua Pansel Toto M Ulum, Sekretaris Dwi Roman Pujo, anggota Achsin Prasetyo dan Tri Irijanto. “Biasanya pendaftar baru muncul di hari ketiga dan keempat, jadi kita tunggu saja. Setelah melalui tahapan pendaftaran, calon direksi akan mengikuti seleksi administratif dan seleksi fit and proper test oleh tenaga ahli,” ungkapnya.
Ketua Komisi B DPRD Kota Bogor Mardinus mendukung dengan adanya direksi tunggal. Sebab, dengan direksi tunggal akan mengefisiensikan anggaran yang dikeluarkan untuk PDJT. “Satu direksi itu untuk menghemat anggaran karena kondisi keuangan mereka memang terbatas,” pungkasnya. (mam/b/ram/wan)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY