Hobi Sejak SMA, Aktif di Organisasi

by -14 views

Kisah Sukses Ning, Bisnis Kursus Kecantikan (1)

METROPOLITAN.ID – Kebiasaan memang tak akan mudah diubah sekali pun sudah menikah. Apalagi jika kebiasaan itu merupakan kebiasaan positif. Hal tersebut juga berlaku bagi wanita paruh baya Tri Nurnaningsih yang sejak muda aktif bergelut di keorganisasian.
Tak ayal, pengalamannya itu membuat ia memutuskan membuka sebuah Lembaga Pendidikan Kursus (LPK) Kirana tanpa meninggalkan kewajiban sebagai ibu rumah tangga.
Menjadi istri dari seorang anggota (Purn) Taufik Kadiran, membuat wanita yang akrab disapa Ning ini harus selalu memakai konde, baju kebaya dan kain. Hal tersebut tentu tidak mudah dilakukan. Namun di balik setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Tak kehabisan akal, ibu empat anak ini memilih mengikuti bermacam-macam kursus.
Kursus yang ia jalani mulai dari kursus menari, bahasa Inggris, table maner, kecantikan kulit, kepribadian, kecantikan rambut, tata rias pengantin, spa hingga membuat hantaran.
Seiring berjalannya waktu, berbagai jenis kursus yang ia jalani untuk diri sendiri itu, semakin ia tekuni lebih jauh. Itu karena ia merupakan sosok wanita yang memang semangat dalam belajar.
Mengisi waktu luang dengan banyak sertifikat keahlian yang ia peroleh dari kursus, membuat wanita ini pun terjun dalam dunia kelembagaan kursus. Ning pun akhirnya mendirikan LPK Kirana yang bergerak di bidang pelatihan khusus kecantikan di Jalan Bangbarung, No 26, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.
Awalnya ibu dari Bernika Irnadianis Ivada, Agustya Hendy Bernadi, Artdiaz Hendri Satrio dan Amarza Hendry Nurindra itu mengajar kursus serta turut menjadi penguji pada 1993. Mantan ketua OSIS di SMA-nya ini sengaja memilih bidang pendidikan non-formal karena pekerjaannya ini tak terlalu banyak menyita waktu dan tetap bisa mengurus anak-anak.
Wanita yang kini menjadi Owner LPK Kirana itu mengatakan, ia memang sudah menyukai dunia kecantikan sejak remaja. Sehingga terjun dalam banyak bidang ini menjadi bagian dari hobinya.
Mengajar dan menjadi penguji pun Ning lakukan juga mulai berpikir untuk membuka usaha sendiri berupa salon perias pengantin. Keinginannya itu sempat ditentang sang suami. “Saya kasih pengertian kepada suami dan Alhamdulillah suami mengerti bahkan memberi dukungan,” ujar Ning kepada Metropolitan. (fla/c/er/wan)