SHARE

METROPOLITAN.ID | CILEUNGSI – Adanya rekayasa izin yang diduga dilakukan pengelola Pasar Modern Cileungsi rupanya mengundang perhatian khusus wakil rakyat. Hal itu dikatakan anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bogor Rudi Sabana kepada Metropolitan, kemarin.
Menurut dia, dari hasil rapat dengan dinas terkait, pembangunan pasar tersebut telah melanggar hukum, terutama soal penyalahgunaan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). “Izinnya itu untuk rumah toko (ruko) bukan pasar. Ini jelas melanggar. Kami minta bangunan itu dibongkar,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bogor telah merekomendasikan dinas terkait untuk segera menghentikan pembangunan pasar yang hampir rampung dan dikembalikan sesuai kondisi semula.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Pasar Cileungsi (PPPC) kembali mendatangi Kantor Asisten Daerah (Asda) Kabupaten Bogor. Kedatangannya itu untuk menagih janji pemerintah yang dianggap molor.
Seorang anggota PPPC Mustofa mengatakan, para pedagang hanya menagih janji dinas terkait, dalam hal ini Tata Bangunan, yang bakal mengeluarkan Surat Peringatan (SP3) terhadap pemilik bangunan pasar modern itu. “Setelah kami mendatangi Kantor Asisten Daerah, kami disambungkan lagi dengan Satpol PP. Tapi, Satpol PP malah mengaku belum menerima surat pelimpahan dari Dinas Tata Bangunan,” katanya.(aji/sep/yok/py)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY