SHARE

Yogyakarta – Kasus orang hilang yang terjadi pada akhir tahun 2015 yang awalnya mencuat di media sosial dan menjadi perbincangan netizen terus bermunculan di DIY dan diduga tergabung dalam kelompok Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara, red). Setidaknya ada tiga orang yang telah dilaporkan hilang ke polisi oleh keluarganya.Pertama kali mencuat adalah hilangnya janda muda Diah Ayu Yulianingsih (28) warga Perumahan Candi Gebang Permai IV no.1 Jetis 18/66 Wedomartani, Ngemplak bersama anaknya Raina Ayranica Calya Putri. Keduanya hilang setelah rumah mereka didatangi seorang tak dikenal pada Jumat, 11 Desember 2015.Hilangnya Diah Ayu dan anaknya tersebut oleh pihak keluarga telah melaporkan ke polisi. Bahkan, karena diduga telah bergabung dengan Gafatar, oleh keluarganya juga dilaporkan ke PP Muhammadiyah.Kemudian, dokter Rica Tri Handayani (28) dan anaknya Zafran Alif Wicaksono. Ibu dan anak ini dari Lampung datang ke Yogyakarta untuk menengok suami dan ayahnya dokter Adit Aditya Akbar Wicaksono yang tengah menempuh pendidikan spesialis ortopedi, hilang pada 30 Desember 2015.Dalam kepergiannya itu dokter Richa Tri Handayani meninggalkan surat kepada suaminya yang isinya ingin berjuang di jalan Allah. Hanya saja apakah kepergiannya tersebut untuk bergabung dengan kelompok yang pihak keluarga belum diketahui secara pasti.Kabar orang hilang berikutnya dialami seorang pelajar kelas 1 SMA bernama Ahmad Kevin Aprilio (16) asal Jetis, Sinduadi, Mlati, Sleman. Pelajar ini menghilang sejak dijemput ayahnya bernama Sanggar Yamin yang sudah lama bercerai dengan istrinya untuk diajak ke rumah kakeknya di Bima, NTB pada Kamis 26 November 2015. Ibu korban, Olivia Sandra Yunita dihubungi Minggu (10/1) menceritakan, setelah tiga hari pergi dan tidak ada kabar dia mencoba menghubungi melalui WhatsApp, telepon, maupun BlackBerry Messenger (BBM) namun tidak terhubung.Bahkan, dalam media sosial pertemanan Yunita dengan anaknya pun langsung hilang. Yunita yang kebingungan mencoba menelepon ke mantan mertuanya di Bima dan dikabarkan bahwa anak dan mantan suaminya itu belum sampai. Keluarganya pun membantu mencari namun tak juga berhasil melacak.“Saya curiga lalu saya mencoba  bongkar-bongkar kamar anak saya dan saya temukan catatan tentang Gafatar,” katanya.Diungkapkan Yunita, sejak anaknya mau masuk kelas 1 SMP, dia bersama mantan suaminya waktu itu memasukkan anaknya ke homescoling yang ada dibawah  naungan Gafatar. Waktu itu dia tidak berfikir macam-macam karena setahu dia, Gafatar kerap melakukan kegiatan bakti sosial, maupun donor darah.“Setelah saya membuka kamar anak saya dan menemukan catatan yang ditulis tangan, semakin menambah kekhawatiran saya,” imbuhnya.Dalam catatan yang ditemukan Yunita, diketahui adanya rencana eksodus atau disebutkan melakukan perjalanan. Dalam tulisan yang mirip surat untuk ditujukan kepada seseorang itu dituliskan Kevin, bahwa ibunya tidak ikut dalam perjalanan karena telah bercerai dengan ayahnya.“Saya yakin seratus persen ikut Gafatar, saya sudah lapor ke polisi,” ungkapnya.Terkait hal tersebut, Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda DIY, Kombes Hudit Wahyudi membenarkan adanya benerapa laporan orang hilang tersebut. Laporan itu ada yang ditangani Polda DIY ada pula yang ditangani Polres Sleman. Sejauh penyelidikan yang dilakukan, pihaknya mengaku belum menemukan ada tidaknya keterkaitan hilangnya orang-orang tersebut dengan kelompok tertentu.“Kami sudah minta bantuan Bareskrim untuk backup pencarian,” tandasnya.(KM)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY