SHARE

METROPOLITAN.ID – TERSESAT dalam hutan belantara menjadi satu pengalaman bagi mahasiswa semester tujuh di Universitas Brawijaya itu. Semakin tinggi gunung yang didaki, semakin tinggi pula kepuasan yang didapat.
Dari situlah rintangan yang disajikan Gunung Lawu, Pemanggungan, Semeru, Panderman serta Butak berhasil dilaluinya.
Sementara di sisi lain, bakat seorang pendaki tidak diturunkan dari keluarga. Beruntung pada 2012 lalu, ia diajak rekannya bergabung dalam komunitas Jejak Rantau (Jerat). Sejak itulah bakat menjadi seorang pendaki gunung menular dalam diri anak Ketua Dewan Pendidikan (Wandik) Kabupaten Bogor Abidin Said.
Nazar Adam mengatakan, semakin sering mendaki gunung semakin banyak pula kendala yang dihadapi. Namun dari situlah, ia tahu teknik mendaki hingga mengenal lintasan. “Saya jadi tahu bagaimana menghadapi medan di gunung,” katanya.
Ia menjelaskan, mengikuti lomba mendaki gunung bukanlah hal yang ingin dikejar. Ia hanya ingin menyalurkan hobinya. Karena itu, ia menargetkan mendaki tujuh gunung tertinggi di Indonesia. “Setelah tujuh gunung di Indonesia, kalau ada kesempatan juga ingin naik gunung di luar negeri,” ujar anak bungsu dari lima bersaudara itu.(rez/b/sal/py)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY