Ini Bukan Zaman Penjajahan

by -2 views

METROPOLITAN.ID | BOGOR – Solusi penundaan satu kali Lebaran dari Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor terkait revitalisasi Blok F Pasar Kebonkembang, ternyata belum dibicarakan dengan Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ). Ketua Komisi B Mardinus Haji Tulis menuturkan, di Komisi B belum ada kesimpulan atau keputusan apa-apa, baru sekadar diskusi menyerap aspirasi pedagang.
Menurut Mardinus, Komisi B masih mempertanyakan apakah benar paguyuban pedagang tersebut mewakili seluruh pedagang yang ada di Blok F. Apalagi terlihat paguyuban seperti mengalami keretakan karena tidak satu suara sama lain. Ada yang menolak saran Komisi B, ada juga yang menerimanya. “Kami perlu bukti administrasi yang otentik untuk percaya bahwa paguyuban merupakan kuasa dari pedagang Blok F,” ujar Mardinus kepada Metropolitan.
Ia menambahkan, permasalahan tidak satu suaranya Paguyuban Blok F biarlah diurus intern pedagang. Karena Komisi B hanya mencoba mendengarkan aspirasi dari pedagang yang meminta penundaan dua kali Lebaran revitalisasi Blok F. “Ada permohonan dari mereka, kami tunggu saja kabar dari pedagang baru kami akan mencari solusi terbaik kedua belah pihak,” papar Mardinus.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Pedagang Blok F Suryanto mengatakan, dirinya memang sedang mencari bukti untuk memperkuat alasan penundaan dua kali Lebaran dan meminta waktu seminggu kepada Komisi B untuk keputusan selanjutnya, yakni mendengar draf-draf yang diajukan Komisi B. “Kalau nanti kami sudah setuju satu kali Lebaran, sebaiknya PD PPJ jangan memaksakan kehendak untuk merevitalisasi sebelum Lebaran. Ini kan bukan zaman penjajahan,” pungkas Suryanto. (fla/b/ram/wan)