Ini Dia Tersangka Pembunuhan Mirna ‘Kopi Maut’

by -2 views

METROPOLITAN.ID – Kasus kematian Wayan Mirna (27) karena racun sianida di kopi menemui titik terang. Polisi sudah mengantongi nama tersangka dalam kasus tewasnya wanita cantik itu. ”Konstruksi dengan alat bukti yang kami miliki, pidana yang kami miliki, konstruksi dalam peristiwa pidana kami miliki, maka seseorang cukup layak ditingkatkan sebagai tersangka. Namun, kami harus gelar atau ekspos dengan kejaksaan atau penuntut umum,” kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti, kemarin.
Krishna menjelaskan, hasil Puslabfor sudah ditandatangani dan segera diketahui bukti signifikan yang didapat. ”Alat bukti kami punya beberapa keterangan ahli, petunjuk kami punya, keterangan saksi kami punya,” imbuhnya.
Saat ditanya apakah calon tersangka ini pernah diperiksa sebagai saksi atau tidak, Krishna menjawab diplomatis. ”Kami sudah periksa banyak saksi, kurang lebihnya (tersangka) yang pernah diperiksa sebagai saksi. Dalam beberapa kasus pembunuhan, tersangka belum pernah diperiksa sebagai saksi, tapi dalam kaitan kasus ini bisa iya bisa nggak,” jawab Krishna.
Seperti kasus bocah dalam kardus di Kalideres, menurut Krishna tersangka sudah pernah diperiksa sebagai saksi. “Dalam kasus ini kurang lebihnya seperti itu, tapi kami belum bisa kemukakan siapa pelakunya karena harus digelar dulu,” ujarnya.
Sementara itu, penyidik Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya kembali memeriksa sahabat Mirna, Hani. Dalam pemeriksaan itu, polisi memperlihatkan rekaman CCTV kepada Hani yang membuat Hani memberikan informasi penting. ”Dia mengingat sesuatu yang setelah kita tunjukkan CCTV, dia mengingat sesuatu dan kemudian dibuat berita acara lanjutan,” kata Krishna.
Menurut Krishna, informasi yang diberikan Hani berkaitan rangkaian kejadian yang terrekam CCTV itu sangat membantu penyidikan polisi. Menurut dia, Hani diperiksa untuk dimintai keterangan tambahan. Hanya saja, Krishna enggan membeberkan materi pemeriksaan apa saja yang ditanyakan penyidik kepada Hani. Hani pun terlihat menangis saat para penyidik menginterogasinya.
Hani diketahui merupakan saksi kunci terkait kematian Mirna. Hani melihat langsung saat Mirna kejang-kejang usai minum kopi di Kafe Olivier, Grand Indonesia, Jakarta Pusat.
Menurut Krishna, saat peristiwa terjadi, Hani panik jadi ada beberapa hal yang perlu diingat. Hani dan pelayan kafe yang saat itu sibuk memberi pertolongan pada Mirna. Hani juga bersama pelayan kafe sempat mencoba kopi Mirna dan kemudian meludahkan kembali.
”Kita tanya mungkin dia tidak ingat waktu itu apakah dia mengingat lagi. Karena keterangannya ada yang berbeda waktu itu karena dia panik saat itu ya mungkin dia lupa, karena dia lupa ya kami ingatkan kembali,” jelasnya.
Hani yang mengenakan blouse warna pink dan rok polkadot itu ditemani seorang teman perempuannya. Hani keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 13:40 WIB. Namun, ia menolak memberi komentar. Wajahnya terus tertunduk tak mau menatap kamera wartawan yang mengejarnya. ”Maaf ya (tak mau diwawancarai),” singkat Hany sambil masuk ke dalam mobil. (de/mer/er/wan)