SHARE

METROPOLITAN.ID – Selain melaksanakan salat lima waktu, Rasulullah SAW menganjurkan beberapa macam salat sunah, salah satunya Dhuha. Disebut salat Dhuha sebab salat sunah ini dilaksanakan pada waktu Dhuha, yakni kira-kira matahari sepenggalah hingga terik matahari.
Uqbah bin Amir RA berkata: ”Ada tiga waktu di mana Nabi SAW melarang kami mendirikan salat atau menguburkan jenazah seseorang di antara kami: ketika matahari terbit sampai tinggi, ketika seseorang berdiri di tengah bayangannya sampai matahari tergelincir dan ketika matahari condong (sebentar lagi akan terbenam) sampai benar-benar terbenam” (HR Muslim).
Terdapat dua waktu yang mengapit waktu Dhuha: ketika matahari terbit sampai tinggi dan ketika seseorang berdiri di tengah bayangannya sampai matahari tergelincir. Agar lebih praktis, Anda dapat menggunakan acuan berikut: diawali 15 menit sesudah terbit matahari dan diakhiri 15 menit sebelum waktu Dzuhur.
Kalau Anda ingin memilih waktu paling utama, sebaiknya menggunakan hadits ini sebagai rujukan. Al-Qasim asy- Syaibani berkata: ”Zaid bin Arqam RA melihat beberapa orang mendirikan salat Dhuha”. Kemudian Zaid berkata: ”Seandainya mereka tahu, salat Dhuha setelah waktu ini sebenarnya lebih utama”.
Zaid melanjutkan, Rasulullah SAW bersabda: ”Salat awwabin adalah ketika anak unta mulai (merasa) kepanasan (tamradh al-fishal)” (HR Muslim). Awwabin adalah orang-orang yang memilih kembali kepada Allah. Sebagian ulama berpendapat: lantaran pada waktu tamradh al-fishal orang-orang cenderung memilih berteduh/beristirahat.
Tidak demikian dengan awwabin. Mereka justru menggunakan waktunya untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan cara mendirikan salat. Dengan begitu, Imam an-Nawawi menyimpulkan inilah waktu paling utama (afdhal) untuk mendirikan salat Dhuha.
Dari Ummu Hani RA dia berkata: Sesungguhnya Nabi SAW pernah masuk ke rumahku pada hari penaklukkan Makkah. Lalu, beliau mandi dan mendirikan salat delapan rakaat. Saya tak pernah melihat salat yang lebih cepat daripada salat tersebut. Hanya saja, beliau menyempurnakan rukuk dan sujud dengan sempurna. Salat tersebut adalah Dhuha” (HR Bukhari dan Muslim). (rep/er/wan)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY