SHARE

METROPOLITAN.ID | JAKARTA – Sudah ditetapkan 6 tersangka yang melakukan aksi teror ledakan bom di kawasan Sarinah Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, pada 14 Januari 2016 lalu. Hal itu dinyatakan oleh Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti, bahwa jajarannya telah menetapkan 6 tersangka dalam teror tersebut.

Akan tetapi, Badrodin belum menjelaskan dengan pasti peran dari kekenam tersangka tersebut. Namun, yang telah dipastikan bahwa salah satu dari keenam tersangka tersebut terkait dengan satu teroris yang melakukan aksi bom bunuh diri di Polantas yang terletak di persimpangan Sarinah, tersangka tersebut bernama Dian Juni Kurniadi.

Pasti antara mereka berenam ada saling berhubungan. Dalam kasus ini pihak kepolisisan terus mencari tahu dan mendalami jaringan teroris yang berhubungan dengan aksi teror ledakan bom Sarinah.

Selain itu, pihak polisi juga akan terus mengejar Bahrun Naim yang diduga ada sangkut pautnya dengan tersangka aksi bom Sarinah ini. Itu dinyatakan oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian. Tito mengatakkan bahwa, antara tersangka aksi bom bunuh diri yang terjadi di kawasan Sarinah dengan Bahrun Naim ada hubungan yang cukup erat. Hubungan itu ada baik secara langsung maupun tidak langsung.

Bahrun Naim diduga menjadi dalang teror bom Saribah, sekaligus penghubung antar elite ISIS dengan jaringan kecil yang ada di Indonesia. Tito mengatakan, kalau Bahrun Naim memiliki peran yang sangat penting yang ada kaitannya dengan Organisasi ISIS yang ada di Suriah.

Bahrun Naim diduga sebagai penghubung utama antara kelompok  elite ISIS  yang ada di Suriah dengan kelompok elite maupun footsoldier atau kelompok sel yang ada di Indonesia. Walaupun pihak keluarga telah meminta Bahrun Naim muncul dihadapan publik, namun, sampai sekarang belum ada yang tahu keberadaanya.

Oleh karena itu pihak polisi akan terus mencari tahu tentang keberadaan Bahrun Naim yang sekarang menjadi buronan. Secepat mungkin Bahrun Naim harus ditemukan.(oketekno.com)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY