News, Sport and Lifestyle

Inilah Bangunan Tak Berpenghuni Yang Diduga Menjadi Markas Organisasi Gafatar !

METROPOLITAN.ID | Saat ini Organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang sempat memiliki kantor yang berada di kawasan daerah pondok Pinang, Jakarta Selatan, Sampai saat ini, bangunan yang telah di duga bekas dari kantor organisasi gafatar itu terlihat dalam keadaan yang kosong dan tak berpenghuni. Dan seiring cerita dari para warga yang berada di sekitarnya, bangunan yang memiliki cat berwarna putih tersebut itu sudah kosong dan tak berpenghuni sejak dari setaun terakhir ini. “Ya memang itu dulu di sewakan untuk kantor, Tetapi saya juga tidak paham itu kantor apa.?” ungkap salah satu seorang warga yang ada di sekitar kantor tersebut. Dan warga tersebut juga menolak untuk menyebutkan namanya, yang berprofesi sebagai sopir ojek yang sering membuatnya untuk mangkal di sekitaran bangunan yang telah di duga sebagai markas kantor dari Organisasi gafatar tersebut. Pada saat masih di sewa, yang menurut dia, Di dalam aktivitas bangunan itu tidak ada yang mencurigakan sama sekali, “Dan hanya saja orang yang biasa yang sering masuk keluar dari bangunan itu,” tuturnya dia. Dari depan bangunan terdapat pagar besi yang berwarna hitam dan memiliki tinggi yang bekisaran dua meter, Sampai saat ini, Kondisi bangunan yang terlihat sangat tidak terawat, dan banyak rumput liar yang memenihi halaman bangunan itu. Organisasi gafatar juga di deklarisasikan pada tanggal 21 Januari 2012 di jalan Expo Kemayoran, Jakarta Pusat pada tanggal 20 November 2012 direktorat jendral Kesbangpol Kementrian di dalam Negeri nomor 220/3657/D/III/2012 yang tentang melarang pendirian dari Organisasi gafatar. Direktur Jendral Politik dan Pemerintah Umum Kementrian Dalam Negeri Sudarmo juga mengatakan, Organisasi gafatar yang sebelumnya juga memiliki nama Milah Abraham. Organisasi gafatar ini juga sempat berganti nama dengan menjadi negara Karunia Tuhan Semesta Alam (NKSA). Sudarmo juga membenarkan tentang tokoh gafatar, yakni Mahful Tumanurung. “Dulunya yang bernama Milah Abraham, juga sempat mengganti namanya menjadi NKSA dan kemudian di ganti lagi dengan nama Gafatar,” Ungkapnya. Yakni Milah Abraham yang telah di cap sebagai komunitas ajaran sesat yang karena telah mencampuradukkan ajaran Isla, Nasrani, dan Yahudi. Dan kelompok ini juga sempat marak di daerah Depok, Jawa Barat pada tahun 2010 yang silam. Tokoh dari Milah Abraham adalah Ahmad Musadeq.(newst)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *