News, Sport and Lifestyle

Inilah Curhatan Kakek Nenek yang Tinggal di Gubuk Derita

METROPOLITAN.ID | CITEUREUP – Sudah puluhan tahun, rumah milik Siti Khadijah (64) dan Saepudin (75) tidak mendapat perbaikan dari pemerintah setempat.
Meski sudah didata sebagai penerima bantuan renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), hingga kini bantuan tersebut tak kunjung terealisasi. Rumah dengan lebar 7×6 meter persegi itu pun hanya berdinding bilik bambu dan berlantaikan tanah.
“Kalau hujan hampir seisi rumah bocor. Jadi, kita susah tidur,” ujar warga Kampung Bojong, RT 02/04, Desa Gunungsari, Kecamatan Citeureup itu. Siti mengaku sering merasa waswas lantaran khawatir rumahnya roboh.
“Di rumah ini cuma kita berdua. Suami saya tidak punya pekerjaan tetap. Sedangkan anak-anak sudah berumah tangga,” ujarnya.
Karena ia dan suami sudah tua serta tidak memiliki biaya untuk memperbaiki rumah, sehingga rumah ini dibiarkan begitu saja.
“Saya sering mengajukan bantuan kepada RT maupun RW, tapi nggak ada respons. Bahkan, beberapa kali rumah saya didata, katanya mau diperbaiki pemerintah. Tapi sampai sekarang masih begini saja,” tuturnya.
Sementara saat dikonfirmasi, Kepala Desa (Kades) Gunungsari Hendra Fermana enggan berkomentar. Ketika dihubungi via ponselnya pun, ia tidak menjawab.(sep/yok/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *