SHARE

METROPOLITAN.ID | TANJUNGSARI – Tingginya kebutuhan pakan ternak yang bersumber dari tumbuhan, seperti rerumputan, menjadi peluang bagi petani di Bumi Tegar Beriman. Apalagi, kondisi tanah di wilayah Kabupaten Bogor ini cocok untuk pengembangan tanaman rerumputan seperti jenis rumput odot. Bahkan, pemasarannya juga tidak sulit lantaran di beberapa kecamatan terdapat lokasi penggemukan sapi milik peternakan besar.
“Rumput odot merupakan nutrisi untuk ternak sapi. Sekarang ini pasokannya kepada peternak besar masih minim dan ini menjadi peluang bagi petani menambah penghasilan,” kata Direktur Kajian Strategis dan Kebijakan Pertanian (Dit. KSKP) Dodik Ridho Nurrochmat saat ditemui Metropolitan usai pencanangan pengembangan hijauan pakan ternak di Desa Antajaya, Kecamatan Tanjungsari, kemarin. “Budidaya rumput odot ini sebelumnya telah dilakukan di Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor IPB Prof Herry Suhardiyanto yang turut hadir bersama Komandan Korem 061 Suryakancana Kolonel Infantri Fulad mengatakan, ketersediaan pakan ternak hijauan ini dibutuhkan untuk mendukung Program Swasembada Daging yang sudah dicanangkan pemerintah.
“Kebutuhan akan daging sapi di negara kita ini sangat besar. Sedangkan peternak kita belum mampu memenuhi semua kebutuhan tersebut. Akibatnya, setiap tahun selalu ada impor. Nah, untuk menghilangkan impor, tak ada cara lain kecuali kita harus swasembada daging,” tegasnya. Hal senada disampaikan Komandan Korem 061 Suryakancana Kolonel Infantri Fulad. Menurut dia, TNI AD yang telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Pertanian senantiasa akan mendukung penuh semua program tersebut.
“Prajurit Korem SK suatu saat siap dikerahkan untuk membantu para petani. Bahkan di Kabupaten Sukabumi saya sudah membentuk sebuah brigade tani, di mana satu anggota babinsa ikut membina beberapa petani untuk meningkatkan produktivitas tanaman pangan,” tandasnya.(yok/py)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY