News, Sport and Lifestyle

ISIS Sudah ‘Warning’ Indonesia Tiga Bulan Lalu

METROPOLITAN.ID | Markas Besar Polisi menyebut bahwa pelaku pengeboman di Starbucks dan pos polisi Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, diduga kelompok radikal Islamic State Irak dan Suriah (ISIS).”Dugaan kuat kami mengarah pada kelompok ISIS, karena memang sudah ada warning tiga bulan lalu, setelah kejadian teror di Paris, Prancis,” ujar Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri, Irjen (Pol) Anton Charliyan, di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis, 14 Januari 2016Jenderal bintang dua itu menuturkan, dalam salah satu pernyataan petinggi organisasi ISIS, mereka akan melakukan aksi kejahatan di Tanah Air. “Di sana dikatakan salah satu petinggi di Syria bahwa akan ada ‘konser’ di Indonesia, dan Indonesia akan menjadi berita secara Internasional,” ujarnya.Selain itu, Anton enggan menyimpulkan terlalu dini terkait adanya pelaku lain dalam aksi pengeboman dan baku tembak antara pelaku dan anggota polisi tersebut.”Sementara masih kita dalami melalui CCTV yang ada, sedangkan kita kumpulkan jejak rekam saksi-saksi yang ada di TKP (tempat kejadian perkara),” terang Anton.Seperti diketahui, sekira pukul 10.45 WIB telah terjadi ledakan yang berada di dua tempat di Sarinah dan di pos polisi Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat. Tujuh orang tewas termasuk pelaku, 24 lainnya mengalami luka-luka.(VV)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *