SHARE

METROPOLITAN.ID – Hal tersebut disampaikan Bupati Bogor Nurhayanti saat melantik Qomaruddin sebagai kepala desa (kades) Banyuresmi, Kecamatan Cigudeg, masa bhakti periode 2015-2019 di Pendopo Bupati Bogor, kemarin.
“Kades yang baru dilantik harus segera mempelajari RPJMD dan RKP-Des untuk  dijadikan pedoman pelaksanaan,” katanya.
Nurhayanti  menjelaskan, pengelolaan anggaran tidak bisa dilakukan dengan main-main. Penggunaan anggaran diawasi serta dievaluasi hingga diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Karena itu, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) harus dikelola secara transparan, akuntabel dan terbuka. “Tidak boleh main-main dan harus sesuai aturan,” jelasnya.
Orang nomor satu di Kabupaten Bogor itu menambahkan, kades harus berupaya meningkatkan  kualitas kejujuran, cerdas, disiplin, memiliki kepedulian serta jiwa sosial yang tinggi terhadap masyarakat.
Mengingat banyaknya bantuan yang akan diperoleh pemerintah desa, baik dari pemerintah pusat, provinsi maupun Kabupaten Bogor,  lanjut Nurhayanti, maka program pem­bangunan harus dilaksanakan dengan baik sesuai ketentuan yang ditetapkan. Seperti para kades harus berorientasi pada hasil yang maksimal sesuai rencana yang sudah ditetapkan. “Dalam pengelolaan pem­bangunan di desa, aspirasi masyarakat harus didengar dan dipertimbangkan dengan baik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Banyuresmi Qomaruddin mengaku akan berusaha menjalankan tugas sesuai aturan dan tupoksi. “Saya akan menjalankan tugas sesuai aturan,” tuturnya. (rez/b/dik/py)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY