News, Sport and Lifestyle

Jafri Sastra Pelatih yang Takut Istri

METROPOLITAN.ID – Dalam menjalankan tugasnya sebagai pelatih Mitra Kukar, Jafri Sastra harus jauh dari keluarga. Untuk itu, ia pun punya cara tersendiri agar tetap mesra “dekat” dengan keluarga. Ia ditunjuk menangani Mitra Kukar sebelum menghadapi Piala Presiden pada Agustus lalu. Meski belum membawa Mitra Kukar juara, Jafri sukses menciptakan perubahan dan nuansa baru di skuat ‘Naga Mekes’.
Buktinya menjadi tim yang tak diunggulkan, Mitra Kukar justru bisa mencapai babak semifinal di Piala Presiden. Pencapaian itu sedang dalam proses perbaikan di turnamen Indonesian Championship Torabika Piala Jenderal Sudirman. Tim dari Kalimantan Timur itu ingin menggapai target lebih tinggi.
Namanya memang tidak sepopuler pelatih-pelatih Indonesia lainnya, seperti Benny Dollo, Rahmad Darmawan dan Djajang Nurjaman. Tapi, pelatih berlisensi A AFC itu setidaknya tercatat sudah berhasil membawa Semen Padang juara Indonesian Premier League (IPL) 2013 lalu dan perempat final Piala Asian Football Confederation (AFC) di tahun yang sama.
Setelah hengkang dari Semen Padang, Jafri harus jauh dari keluarganya yang tinggal di Payakumbuh, Sumatera Barat. Namun, jarak dan waktu bukanlah sebuah halangan baginya dan keluarga.
Dalam sehari, Jafri bisa menelepon sang istri, Irma Fristina, maksimal delapan kali. Itu dilakukannya demi menjaga keharmonisan dan kepercayaan sebagai pasangan suami istri. Meski usia pernikahannya sudah menginjak 21 tahun, bukan berarti perhatian berkurang.
“Dalam sehari, saya telepon istri itu bisa sampai enam kali, paling banyak delapan kali. Jadi, bangun tidur langsung telepon, tanya kabar anak-anak. Siangnya telepon lagi beberapa kali, lalu sore telepon lagi hingga jam delapan malam sebelum tidur. Itu semua karena saya tidak bisa menemani mereka, biar istri tidak merasa jauh,” ujarnya.
Pelatih yang dikenal bersahaja ini memang sangat mencintai keluarganya. Menurut dia, doa dari istri dan anak-anaknya menjadi kunci pencapaiannya saat ini. “Saya belum berarti apa-apa, bukan pelatih hebat. Tapi, saya bersyukur dengan apa yang saya dapat sampai detik ini. Semua berkat doa dan dukungan istri serta kedua putri saya,” tambahnya.
Menjelang pertandingan, pelatih 50 tahun ini juga selalu meminta doa dari istri. “Saya pasti telepon istri dulu sebelum pertandingan, minta doanya supaya lancar biar bisa menang,” tuturnya.
Kini tugas Jafri belum berakhir, masih ada laga leg kedua Piala Jenderal Sudirman melawan Arema Cronus pada 17 Januari mendatang. Dia berharap bisa mengukir sejarah bersama Mitra Kukar yang menang 2-1 pada leg pertama. (de/yok/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *